Korban adalah MBA, 17, siswa Kelas XII salah satu SMK swasta di Mojosari. Aksi penganiayaan pemuda asal Kecamatan Bangsal itu terjadi sekitar pukul 14.00 kemarin. Insiden terjadi sesaat usai korban pulang sekolah. ’’Korban ini motoran dari arah selatan, masih pakai baju seragam warna biru,’’ ujar Fauzi, saksi mata dari warga setempat.
Mulanya, MBA yang mengendarai motor Honda Beat warna hitam bernopol S 4243 QN melaju seorang diri dari selatan. Setibanya di Jalan Airlangga, tak jauh dari RS Kartini Mojosari, tiba-tiba korban dipepet pengendara motor yang belum diketahui identitasnya.
Selanjutnya, pelaku misterius itu menodong dan membacokkan sajam sejenis parang ke badan MBA. ’’Kurang tahu pasti ciri-ciri pelaku gimana, sepertinya berboncengan (lebih dari satu orang). Tadi pelaku sempat teriak, mandeko kon, mandeko kon, begitu,’’ ungkapnya.
Akibatnya, korban mengalami luka sayatan di antara lengan dan punggung kanannya. Berhasil menyakiti korban, pelaku lantas kabur ke arah utara. Korban sempat berupaya menyelamatkan diri namun gagal. ’’Pelaku itu mepet korban dari sisi kiri. Korban berusaha menyelamatkan diri dengan putar balik ke kanan. Tapi tetap kena bacok,’’ beber Fauzi.
Korban yang bersimbah darah lantas teriak minta tolong sembari tergeletak di pinggir jalan. MBA langsung dievakuasi ke IGD RS Kartini Mojosari untuk mendapat pertolongan medis. ’’Tahu korban teriak minta tolong, dekat rumah sakit (Kartini) juga, langsung dibawa IGD,’’ tandasnya.
Sementara itu, Kapolsek Mojosari Kompol Heru Purwandi membenarkan adanya peristiwa pembacokan tersebut. Menurutnya, korban dibacok sepulang mengikuti ujian di sekolah. ’’Korban sudah mendapat perawatan tim medis. Tadi sempat dibawa ke ruang radiologi untuk di-rongent. Korban ini perjalanan pulang, habis ujian sekolah,’’ sebutnya.
Lebih lanjut, kata kapolsek, hasil pemeriksaan saksi menunjukkan pelaku masih satu sekolah dengan korban. Disinyalir, tindak pembacokan itu dipicu masalah pribadi antara yang bersangkutan. ’’Korban bilang kalau dia mengenali salah satu pelakunya. Dan korban diduga sedang punya masalah pribadi. Namun korban tidak tahu berapa pelaku saat itu. Karena korban cuma melihat sekilas saja,’’ bebernya.
Kini, kepolisian tengah memburu pelaku. Sejumlah barang bukti telah dikantongi petugas. Di antaranya, helm warna pink dan motor Honda Beat warna hitam bernopol S 4243 QN milik korban. ’’Saat ini kami masih berupaya menangkap pelaku. Semoga dalam waktu dekat pelaku bisa kami amankan,’’ tandas Heru. (vad/fen)
Editor : Fendy Hermansyah