SMAN 1 Pacet, Sinergi Pembangunan SDM, Gagas Murid Masuk Desa

Indah Oceananda • Dipublikasikan Senin, 5 Oktober 2026 | 07:22 WIB

 

APRESIASI: Kepala SMAN 1 Pacet Nashiruddin menyerahkan cendera mata kepada Staf Khusus Mendes PDT M. Afif Zamroni dalam kegiatan Harvest Festival, Jumat (2/10). (Indah/JPRM)
APRESIASI: Kepala SMAN 1 Pacet Nashiruddin menyerahkan cendera mata kepada Staf Khusus Mendes PDT M. Afif Zamroni dalam kegiatan Harvest Festival, Jumat (2/10). (Indah/JPRM)

TIDAK semua lulusan SMA melanjutkan kuliah. Realitas inilah yang mendorong SMAN 1 Pacet menyiapkan terobosan baru melalui program Murid Masuk Desa (MMD), sebagai upaya menyiapkan siswa agar siap berkarya langsung di tengah masyarakat. 

Gagasan tersebut mengemuka dalam diskusi pendidikan bertema Membangun Indonesia dari Desa Melalui Penguatan Pendidikan Karakter dan Kepemimpinan Generasi Muda, yang digelar di SMAN 1 Pacet, Jumat (2/10). 

Kegiatan ini dihadiri langsung Staf Khusus Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Stafsus Mendes PDT) M. Afif Zamroni, Kepala SMAN 1 Pacet Nashiruddin, serta Kasi PMA-PKLK Cabdindik Jatim Wilayah Kabupaten Mojokerto Imron Rosadi. 

Kepala SMAN 1 Pacet Nashiruddin mengungkapkan, data bimbingan konseling (BK) tahun lalu menunjukkan hanya 40 sampai 45 persen lulusan yang melanjutkan kuliah, baik negeri maupun swasta melalui jalur SNBP, SNBT, maupun mandiri. 

Selebihnya, sekitar 55 persen memilih tidak melanjutkan pendidikan tinggi. ”Kegiatan panen yang dikemas dalam Harvest Festival telah dilaksanakan, menunjukkan praktik positif bagi siswa SMAN 1 Pacet, yang juga menginisiasi program MMD untuk mempersiapkan siswa yang tidak melanjutkan kuliah agar dapat berkarya di tengah masyarakat,” ujar Nashiruddin.

KREATIVITAS SISWA: Stan salah satu kelas yang menampilkan hasil panen dan olahan wirausaha dalam kegiatan Harvest Festival di SMAN 1 Pacet, Jumat (2/10).
KREATIVITAS SISWA: Stan salah satu kelas yang menampilkan hasil panen dan olahan wirausaha dalam kegiatan Harvest Festival di SMAN 1 Pacet, Jumat (2/10).

Menurutnya, Harvest Festival yang digelar sejak Kamis (1/10) lalu tidak hanya memberikan teori, tetapi juga praktik langsung menanam dan merawat. Dari sanalah muncul ide untuk mengembangkan keterampilan kewirausahaan, soft skill, dan mental positif bagi siswa agar tidak mudah menyerah setelah lulus. 

Program MMD ini terinspirasi dari program ABRI Masuk Desa (AMD) di masa lalu. Nantinya, siswa kelas 12 akan diterjunkan ke desa-desa sekitar satu bulan menjelang kelulusan untuk memberi penyuluhan digital marketing, membantu UMKM, serta berkolaborasi dengan karang taruna dan kelompok tani. ”Tujuannya menyiapkan anak-anak agar bisa bekerja dan berkiprah di masyarakat dengan lebih baik. MMD penting untuk mendekatkan kehidupan anak-anak dengan desa dan mengubah mindset imigrasi ke kota,” jelasnya. 

Sementara itu, Staf Khusus Mendes PDT M. Afif Zamroni atau Gus Afif menegaskan, pembangunan nasional yang berkelanjutan berakar dari kualitas sumber daya manusia (SDM) yang unggul, berkarakter, dan memiliki wawasan global namun tetap berpijak pada kearifan lokal. 

”Generasi muda di tingkat satuan pendidikan menengah, khususnya wilayah penyangga seperti Kabupaten Mojokerto memegang peranan strategis sebagai agen perubahan sekaligus motor penggerak pembangunan di masa depan, termasuk dalam konteks pengentasan kemiskinan, pemberdayaan ekonomi desa, dan pembangunan daerah tertinggal,” paparnya. (oce/ris)

 

 

Editor : Fendy Hermansyah
Sumber : Radar Mojokerto
Sinergi SDM murid masuk desa sman 1 pacet