Masyarakat Masih Butuh Kemampuan Kelola Informasi Digital

Yulianto Adi Nugroho • Dipublikasikan Selasa, 8 September 2026 | 08:30 WIB

 

MINAT BACA TINGGI: Pelajar membaca buku di perpustakaan RTH Taman Pintar, Kelurahan Pulorejo, Kecamatan Prajurit Kulon, Senin (7/9). (dok Dispusip Kota Mojokerto for JPRM)
MINAT BACA TINGGI: Pelajar membaca buku di perpustakaan RTH Taman Pintar, Kelurahan Pulorejo, Kecamatan Prajurit Kulon, Senin (7/9). (dok Dispusip Kota Mojokerto for JPRM)

 

RELAWAN Literasi Masyarakat (Relima) Kabupaten Mojokerto menyatakan tingkat literasi masyarakat Mojokerto saat ini sudah cukup tinggi. Kendati demikian, gerakan literasi mengandalkan integrasi antara taman bacaan masyarakat (TBM), perpustakaan, dan fasilitas lainnya perlu ditingkatkan agar masyarakat semakin mudah mengakses sumber bacaan. 

Hal itu disampaikan Ainnur R. Fitriana, pengurus Relima Kabupaten Mojokerto dalam menyambut Hari Literasi Nasional 2026, hari ini (8/9). Perempuan yang karib disapa Kak Ria itu mengatakan, banyak orang yang masih salah paham menganggap literasi hanya soal buku. 

Padahal, lanjutnya, literasi merupakan kemampuan seseorang mengelola informasi dan menggunakan secara tepat. ”Kemampuan tersebut semakin dibutuhkan terutama di era digital saat ini yang  memiliki arus informasi sangat deras,” katanya, Senin (7/9). 

Menurutnya, tingkat literasi masyarakat saat ini sudah cukup tinggi. Hanya saja, ia menyampaikan, masih perlu upaya agar masyarakat kembali menjadikan buku sebagai sumber informasi yang paling dapat diandalkan atau reliable. ”Untuk itu gerakan literasi masyarakat dari TBM, perpustakaan desa, perpustakaan sekolah perlu ditingkatkan lagi, baik dari segi layanan dan juga koleksinya,” ungkapnya.

Kak Ria mengatakan, jejaring antar-TBM juga perlu dikuatkan agar bisa berjejaring dan dapat dimanfaatkan masyarakat sekitar yang seringkali kurang informasi di mana dapat mengakses buku bacaan. 

Guna meningkatkan integrasi tersebut, pihaknya saat ini melakukan pendataan terhadap TBM, perpustakaan pondok pesantren, hingga masjid yang tersebar di Kabupaten Mojokerto untuk mendapatkan bantuan bacaan buku bermutu (BBB) sebanyak 1.000 buku. 

”Harapannya bantuan dari Perpustakaan Nasional (Perpusnas) ini bisa dimanfaat semaksimal mungkin untuk masyarakat. Semoga tahun-tahun selanjutnya pemerintah masih bisa melanjutkan program baik ini,” harapnya. (adi/ris)

 

Editor : Fendy Hermansyah
Sumber : Radar Mojokerto
budaya membaca hari literasi nasional dispusip kota mojokerto