SEMENTARA itu, perjuangan siswa kesetaraan juga mendapat apresiasi dari Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Mojokerto. Kepala Dispendik Kabupaten Mojokerto Amsar Azhari Siregar menegaskan, ijazah kesetaraan bukan akhir dari proses belajar.
”Saya yakin siswa yang menjalani pendidikan di SKB ini yang membedakan bukan umur, tapi semangat. Saya selalu percaya lebih baik terlambat sampai daripada tidak pernah dan inilah yang mereka buktikan,” ujarnya, Selasa (25/8).
Amsar menambahkan, ijazah yang diterima siswa nantinya merupakan gerbang untuk membuka kesempatan lebih luas, baik untuk melanjutkan pendidikan maupun bekerja. ”Ijazah ini bukan garis finis melainkan gerbang menuju kesempatan yang lebih besar. Apa pun nanti profesi kalian semua jangan pernah berhenti jadi orang baik,” pesannya kepada para siswa.
Dispendik, lanjut Amsar, akan terus mendukung keberadaan PKBM dan SKB sebagai jalur pendidikan alternatif. Menurutnya, lembaga kesetaraan ini memiliki peran penting dalam menampung warga yang terkendala usia, ekonomi, maupun kondisi sosial. (oce/ris)
Editor : Fendy HermansyahSumber : Radar Mojokerto