Angka Partisipasi PAUD di Kabupaten Mojokerto Tembus 98,86 Persen

Indah Oceananda • Dipublikasikan Jumat, 7 Agustus 2026 | 05:22 WIB
NAIK POIN: Kegiatan pembelajaran siswa usia dini di Kecamatan Pacet. Tahun ini, angka partisipasi siswa PAUD di Kabupaten Mojokerto meningkat seiring digulirkannya wajib belajar 13 tahun. (dok JPRM)
NAIK POIN: Kegiatan pembelajaran siswa usia dini di Kecamatan Pacet. Tahun ini, angka partisipasi siswa PAUD di Kabupaten Mojokerto meningkat seiring digulirkannya wajib belajar 13 tahun. (dok JPRM)

-          Dispendik Genjot Akses Pendidikan Usia Dini

-          Dukung Program Wajib Belajar 13 Tahun           

KABUPATEN – Implementasi program Wajib Belajar 13 Tahun di Kabupaten Mojokerto tampaknya mulai menunjukkan hasil. Angka partisipasi PAUD usia 5 hingga 6 tahun tahun ini melesat hingga 98,86 persen dibandingkan dua tahun lalu.

Kabid PAUD dan Pendidikan Nonformal (PNF) Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Mojokerto Nur Wahyu Liswati mengatakan, capaian ini tidak lepas dari penguatan kebijakan pemerintah yang menjadikan 1 tahun PAUD sebagai bagian wajib belajar. 

Di tahun 2024 lalu, angka partisipasi siswa PAUD hanya mencapai 89,95 persen. ”Artinya dengan kenaikan 8,91 persen ini menunjukkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pendidikan usia dini semakin tinggi. PAUD menjadi fondasi awal dalam program Wajib Belajar 13 Tahun,” katanya, Kamis (6/8). 

Program Wajib Belajar 13 Tahun, lanjut dia, mencakup 1 tahun PAUD, 6 tahun SD, 3 tahun SMP, dan 3 tahun SMA/SMK. Dengan capaian 98,86 persen, hampir seluruh anak usia 5-6 tahun di Kabupaten Mojokerto sudah terlayani pendidikan PAUD. 

Untuk mendukung capaian tersebut, dispendik bersama pemerintah desa (pemdes) dan kecamatan terus mendorong pendirian kelompok bermain (KB) dan taman kanak-kanak (TK) di wilayah yang belum terjangkau. 

Selain itu, bantuan operasional juga difokuskan untuk lembaga PAUD di daerah terpencil agar akses pendidikan semakin merata. Ia menjelaskan, Dispendik Kabupaten Mojokerto juga terus melakukan berbagai strategi lain.

Di antaranya peningkatan kualitas guru melalui pelatihan, penyediaan alat permainan edukatif (APE), serta sosialisasi kepada orang tua tentang pentingnya pendidikan sejak dini. ”Ini modal penting untuk menyiapkan generasi yang siap masuk SD dengan kemampuan dasar yang baik. Anak yang sudah PAUD biasanya lebih siap secara kognitif, sosial, dan emosional,” ujarnya. 

Liswati menambahkan, pihaknya akan terus berupaya mengejar 1,14 persen anak yang belum terlayani. Upaya yang dilakukan berupa jemput bola, kerja sama dengan PKK, dan optimalisasi Bunda PAUD di tingkat desa. ”Target kami ke depan, angka partisipasi PAUD bisa mencapai 100 persen, sehingga program Wajib Belajar 13 Tahun benar-benar berjalan dari hulu. Tidak ada anak yang tertinggal,” pungkasnya. (oce/ris)

 

Editor : Fendy Hermansyah
Sumber : Radar Mojokerto
partisipasi PAUD paud kabupaten mojokerto dinas pendidikan kabupaten mojokerto