Hanya Lima Sekolah di Mojokerto Tersentuh Program Revitalisasi

Indah Oceananda • Dipublikasikan Selasa, 4 Agustus 2026 | 08:11 WIB
TERVERIFIKASI: SDN Sambilawang, Kecamatan Dlanggu menjadi salah satu lembaga sasaran program revitalisasi dari Kemendikdasmen di Kabupaten Mojokerto. (Indah JPRM)
TERVERIFIKASI: SDN Sambilawang, Kecamatan Dlanggu menjadi salah satu lembaga sasaran program revitalisasi dari Kemendikdasmen di Kabupaten Mojokerto. (Indah JPRM)

Ditarget Tuntas November, Sasaran Ditentukan Bertahap 

KABUPATEN - Perbaikan sarana dan prasarana (sarpras) di sekolah negeri masih menjadi pekerjaan rumah (PR) besar bagi Pemkab Mojokerto. Oleh karena itu, tahun ini Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Mojokerto merumuskan program revitalisasi dan rehabilitasi. Total terdapat lima sekolah yang telah mendapat perhatian.

Kabid Sarana dan Prasarana (Sarpras) Pendidikan Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Mojokerto Indi Ilmiyah menyebutkan, tahun ini ada lima lembaga yang mendapat program Revitalisasi Satuan Pendidikan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). ”Total ada lima sekolah yang ditetapkan mendapat program dari Kemendikdasmen,” terangnya, kemarin (3/8).

Lima sekolah itu antara lain, SDN Temon, Kecamatan Trowulan; SDN Sambilawang, Kecamatan Dlanggu; dan SDN Ngingasrembyong, Kecamatan Sooko. Sedangkan di jenjang SMP, ada dua lembaga yang tersentuh perbaikan. ”SMP-nya swasta semua. Yaitu SMP Islam Miftahul Khoir di Trowulan dan SMP Islam Raden Patah di Pungging,” imbuh dia.

Indi menyebutkan, pengerjaan perbaikan kelima lembaga tersebut telah berlangsung sejak Juni lalu. Ditargetkan, untuk progres rehabilitasi akan tuntas pada November nanti. ”Rata-rata perbaikan ruang kelas. Memang kategori rusak berat, tapi untuk pengerjaannya sederhana, jadi bisa selesai cepat,” ulas Indi.

Dia memaparkan, kelima lembaga tersebut dipilih berdasarkan data kondisi sarana dan prasarana (sarpras) yang tercatat dalam data pokok pendidikan (dapodik) dan telah diverifikasi oleh kementerian. Karena itu, lanjutnya, sekolah diminta rutin meng-update data kerusakan bangunan sekaligus melengkapi administrasi pendukung. ”Termasuk formulir pendukung dari dinas PUPR,” jelasnya.

Indi menyebutkan, selain lima lembaga tersebut, nantinya juga akan menyentuh perbaikan ke sejumlah sekolah lain. Namun, realisasinya akan dilakukan secara bertahap. ”Untuk sasaran total di Kabupaten Mojokerto kita belum tahu secara pasti. Yang jelas, untuk proses perbaikannya memang bertahap,” tandasnya. (oce/ris)

 

Editor : Fendy Hermansyah
Sumber : Radar Mojokerto
perbaikan sarpras sekolah sekolah rusak revitalisasi sekolah Sekolah mojokerto