Berlaku bagi SMA/SMK Negeri dan Swasta
MOJOKERTO RAYA - Pembelajaran sekolah tidak melulu di ruang kelas. Pembelajaran juga dapat dilakukan dengan memanfaatkan lahan. Salah satunya melalui program ketahanan pangan. Itulah yang diterapkan oleh puluhan sekolah di Mojokerto.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Jatim Wilayah Kabupaten dan Kota Mojokerto Pinky Hidayati mengatakan, hampir seluruh sekolah di Mojokerto Raya sudah menerapkan program tersebut. Meliputi SMA, SMK, hingga SLB negeri maupun swasta. ”Khusus untuk SMA/SMK negeri sudah menerapkan ketahanan pangan semua,” katanya, kemarin (2/8)
Dia memaparkan, sekolah dengan ketahanan pangan merupakan program yang diinisiasi oleh Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. Penerapannya dengan memanfaatkan ruang publik di sekolah sebagai sarana interaksi antara guru dan para siswa. ”Yang di swasta sudah kita imbau juga untuk melaksanakan program ini. SLB pun demikian, meski dengan lahan terbatas, namun diupayakan agar bisa berjalan produktif,” ulasnya.
Melalui program tersebut, Pinky menyebut siswa bisa belajar menanam berbagai jenis tanaman. Mulai jahe, tomat, cabai, hingga kangkung. Penebaran benih untuk jenis-jenis tanaman tersebut biasanya dilaksanakan awal tahun. ”Termasuk saat MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah) kemarin, semua sekolah kami tekankan untuk mengimplementasikan ketahanan pangannya,” jelasnya.
Dalam ketahanan pangan, Pinky menegaskan siswa tidak hanya mempelajari pertanian. Banyak disiplin ilmu lain yang dapat diintegrasikan dalam ketahanan pangan. ”Oleh karena itu, program ini harus dimaksimalkan sekolah sebagai ruang interaksi di lingkungan,” tandasnya. (oce/ris)
Editor : Fendy Hermansyah
Sumber : Radar Mojokerto