Kegiatan yang berlangsung selama lima hari itu dimulai dari pagi ceria dan senam Anak Indonesia Hebat, menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan doa bersama, hingga school tour untuk mengenal sarana dan prasarana sekolah.
Kepala SMPN 1 Pungging Sumantri menjelaskan, MPLS tahun ini mengintegrasikan pembentukan karakter dengan aksi nyata. ”Pembukaan MPLS kami awali dengan pelepasan ikan nila. Ini untuk menanamkan sejak awal bahwa siswa SMPN 1 Pungging harus peduli lingkungan dan belajar tanggung jawab merawat makhluk hidup. Sekolah bukan hanya tempat belajar, tapi juga tempat menumbuhkan karakter,” ujarnya.
Selama MPLS, siswa mendapatkan materi Aku dan Sekolahku, meliputi visi, misi, tata tertib, dan budaya positif. Ada juga gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (KAIH), ruang perjumpaan murid dengan kegiatan perkenalan dan pohon harapan, serta pembahasan dimensi profil lulusan dan karakter.
Isu kekinian juga menjadi perhatian sekolah. Siswa dibekali tentang materi pencegahan perundungan dan kekerasan, pengenalan kurikulum dan ekstrakurikuler, eksplorasi diri, santun bermedia sosial, bahaya judi online dan kejahatan digital, pencegahan Napza, serta kesehatan remaja dan pola hidup sehat.
Yang paling berkesan adalah kegiatan bermasyarakat dengan berbagi sayuran kepada warga sekitar lingkungan sekolah. ”Melalui kegiatan berbagi sayuran ini, kami ingin anak-anak belajar empati dan kepedulian sosial. Inilah wujud budaya sekolah yang aman, nyaman, dan bermanfaat bagi masyarakat,” tambahnya.
Rangkaian MPLS 2026 ditutup dengan Perkemahan Jumat Sabtu (PERJUSA) yang berlangsung cukup meriah. Kegiatan perkemahan ini menjadi sarana melatih kemandirian, kerja sama tim, dan jiwa kepemimpinan siswa baru. ”Harapan kami, setelah MPLS ini lahir generasi SMPN 1 Pungging yang cerdas, berkarakter, peduli lingkungan dan sesama, serta siap menghadapi tantangan zaman,” pungkasnya. (oce/ris)
Editor : Fendy Hermansyah
Sumber : Radar Mojokerto