SMPN 1 Trawas Tolak Perundungan, Rangkul 192 Siswa Baru Jadi Keluarga Sekolah

Martda Vadetya • Dipublikasikan Rabu, 29 Juli 2026 | 20:38 WIB
PENYAMBUTAN: Kepala SMPN 1 Trawas Sudiono, S.Pd menyambut ratusan siswa baru saat gelaran MPLS Ramah 2026 berlangsung.
PENYAMBUTAN: Kepala SMPN 1 Trawas Sudiono, S.Pd menyambut ratusan siswa baru saat gelaran MPLS Ramah 2026 berlangsung.

SMPN 1 Trawas terus berkomitmen dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang nyaman dan inklusif pada tahun ajaran baru 2026/2027 ini. Sebanyak 192 siswa baru telah resmi menjadi bagian keluarga besar sekolah usai menjalani Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang menekankan anti-perundungan atau bullying.

​Kepala SMPN 1 Trawas Sudiono, S.Pd menuturkan, masa orientasi tahun ini dirancang berbeda. Jika tahun sebelumnya sebatas pengenalan lingkungan fisik, kini fokusnya bergeser pada penciptaan suasana belajar yang aman, ramah, dan berkarakter bagi anak didik. ’’Kami memastikan seluruh peserta didik baru merasa aman, nyaman, dan langsung diterima sebagai bagian dari keluarga sekolah sejak hari pertama mereka masuk,’’ ujarnya.

Seluruh warga sekolah dilibatkan untuk menyukseskan masa orientasi yang mengambil konsep dari tema besar MPLS Ramah 2026 ini. Baik jajaran guru hingga pengurus OSIS. ’’Kami juga menggandeng Koramil Trawas untuk memberikan pembekalan terkait pembentukan karakter disiplin siswa,’’ bebernya.

KELUARGA: Sebanyak 192 siswa baru resmi bergabung jadi warga SMPN 1 Trawas pada tahun ajaran 2026/2027.
KELUARGA: Sebanyak 192 siswa baru resmi bergabung jadi warga SMPN 1 Trawas pada tahun ajaran 2026/2027.

Selama sepekan MPLS berlangsung, ratusan siswa baru tak hanya diajak mengenali warga dan lingkungan sekolah. Melainkan juga menjalani serangkaian kegiatan interaktif seperti literasi bijak menggunakan gawai, anti-bullying hingga penampilan bakat murid baru.

Sudiono meminta agar para peserta didik baru mampu terus mengeksplorasi potensi diri untuk berprestasi. Yang dibarengi dengan merajut pertemanan tanpa membeda-bedakan golongan. ’’Pesan kami supaya anak-anak berani menolak segala bentuk perundungan dan kekerasan. Harus berani melapor pada guru jika mengalami atau melihat. Jadikan sekolah tempat yang aman untuk belajar,’’ tukas Sudiono. (vad/fen)

Editor : Fendy Hermansyah
Sumber : Radar Mojokerto
mpls mojokerto mpls ramah dispendik kabupaten mojokerto SMPN 1 Trawas