SMPN 2 Dlanggu Tanamkan Kepedulian Lingkungan dan Karakter Religius

Yulianto Adi Nugroho • Dipublikasikan Senin, 27 Juli 2026 | 14:35 WIB
TAHUN AJARAN BARU: Kepala SMPN 2 Dlanggu Farida Hanim menyematkan tanda peserta MPLS Ramah 2026 secara simbolis kepada perwakilan siswa baru. (Adi JPRM)
TAHUN AJARAN BARU: Kepala SMPN 2 Dlanggu Farida Hanim menyematkan tanda peserta MPLS Ramah 2026 secara simbolis kepada perwakilan siswa baru. (Adi JPRM)

MASA Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran 2026/2027 di SMPN 2 Dlanggu, Kabupaten Mojokerto berfokus pada pengenalan program Adiwiyata dan pembiasaan kegiatan keagamaan. Melalui penanaman kepedulian lingkungan dan penguatan karakter religius, siswa baru diharapkan menjadi generasi yang berprestasi secara akademik, memiliki wawasan lingkungan yang baik, serta rajin beribadah.

Kepala SMPN 2 Dlanggu Farida Hanim mengatakan, MPLS Ramah tahun ini diikuti sebanyak 191 siswa baru. Mereka dikenalkan dengan budaya sekolah Adiwiyata dan keagamaan agar tidak hanya mengenal lingkungan sekolah secara fisik, tetapi juga memahami nilai-nilai serta kebiasaan positif yang menjadi ciri khas sekolah sejak awal masa pengenalan. 

Pada program Adiwiyata, lanjutnya, materi unggulan yang diberikan antara lain, gerakan Indonesia ASRI (aman, sehat, resik, dan indah) melalui pemahaman mengenai pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab bersama.

Selanjutnya, peserta didik diajak mengenali jenis sampah di lingkungan sekolah dan rumah dan praktik memilah sampah organik dan anorganik, hingga bersama guru mengolah sampah organik menjadi kompos untuk dimanfaatkan kembali.

FIGUR ADIWIYATA: Siswa baru SMPN 2 Dlanggu melaksanakan praktik mengolah sampah organik menjadi pupuk kompos dalam MPLS Ramah 2026.
FIGUR ADIWIYATA: Siswa baru SMPN 2 Dlanggu melaksanakan praktik mengolah sampah organik menjadi pupuk kompos dalam MPLS Ramah 2026.

”Melalui rangkaian kegiatan tersebut, siswa memperoleh pengalaman belajar secara nyata, sehingga mereka tidak hanya memahami secara teori, tetapi juga merasakan langsung proses pengelolaan sampah dari awal hingga menghasilkan produk yang bermanfaat. Harapannya mereka mampu mempraktikkan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah masing-masing,” tuturnya.

Adapun dalam pengenalan budaya sekolah yang difokuskan pada aspek keagamaan, siswa menjalani salah berjamaah di sekolah. Pembentukan karakter religius ini untuk menumbuhkan sikap disiplin menjalankan ibadah tepat waktu, menumbuhkan rasa tanggung jawab terhadap kewajiban keagamaan, serta memperkuat nilai kebersamaan dan saling menghormati karena mereka menjalankan ibadah secara berjamaah bersama teman-teman dan guru. 

”Pembiasaan ini diharapkan tidak hanya berlangsung selama masa MPLS, tetapi juga dapat melekat dan menjadi bagian dari karakter peserta didik sepanjang mereka menempuh pendidikan di SMPN 2 Dlanggu,” imbuhnya. (adi/ris)

 

 

Editor : Fendy Hermansyah
Sumber : Radar Mojokerto
mpls mojokerto mpls ramah dispendik kabupaten mojokerto smpn 2 dlanggu