Gedung SDN Pandankrajan I, Kecamatan Kemlagi Alami Kerusakan
KABUPATEN - Kondisi bangunan SDN Pandankrajan 1, Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto kian memprihatinkan. Kerusakan parah melanda fasilitas belajar dari kelas II hingga kelas VI. Seperti tembok tampak mengalami kelapukan, lantai keramik pecah, hingga atap bangunan yang rapuh dan rawan ambruk.
Kepala SDN Pandankrajan 1 Juwono menuturkan, bahwa kerusakan gedung sekolah ini sudah berlangsung sejak lama. Namun, demi keselamatan bersama, pihak sekolah terpaksa mengosongkan dua ruang kelas yang kondisinya mengalami kerusakan paling parah.
”Rata-rata kerusakan terjadi pada tembok, lantai, dan atap yang sudah rapuh. Saat ini, sudah ada dua kelas yang tidak diaktifkan karena kami khawatir bangunannya runtuh dan menimpa siswa,” ujar Juwono, kemarin (20/7).
Tidak hanya ruang kelas, fasilitas sanitasi seperti toilet siswa juga dalam kondisi rusak berat. Krisis fasilitas ini bahkan sempat memicu aksi solidaritas mandiri dari para tenaga pendidik dua tahun lalu.
Karena keterbatasan dana, para guru berinisiatif iuran sukarela demi membangun toilet yang layak bagi siswa. Uniknya, kekurangan dana tersebut ditutupi dari hasil bumi sekolah. Di depan gedung sekolah, terdapat lima pohon mangga jenis gadung yang berbuah lebat.
”Hasil penjualan buah mangga itu kami gabungkan dengan uang iuran guru. Alhamdulillah, terkumpul dana Rp 16 juta yang langsung kami gunakan untuk membangun toilet siswa,” tambah Juwono.
Para guru dan wali murid berharap, pemerintah bergerak cepat memperbaiki gedung sekolah demi mengembalikan kenyamanan dan keamanan para siswa dan guru dalam menjalankan aktivitas kegiatan belajar mengajar (KBM).
Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto Amsar Azhari Siregar memastikan, pemerintah daerah (pemda) sudah mengambil langkah melalui perencanaan perbaikan melalui program revitalisasi.
”Tahun ini sudah masuk pengusulan kita dalam program revitalisasi dari kementerian, tapi memang kita tidak bisa memastikan dapat apa enggak, karena bersaing dengan usulan usulan lembaga-lembaga lainnya,” terangnya.
Kendati nanti tidak ter-cover dalam program revitalisasi dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), ia menegaskan kerusakan SDN Pandankrajan I tersebut bakal disentuh program perbaikan yang anggarannya bersumber dari APBD. ”Seandainya tahun ini tidak dapat melalui program revit dari APBN, tahun depan kita upayakan dari APBD,” tutur Amsar. (fan/ris)
Editor : Fendy Hermansyah
Sumber : Radar Mojokerto