SMPN 1 Kemlagi memulai tahun ajaran baru dengan menyiram karakter siswa barunya seperti halnya menanam bibit tanaman. Lewat MPLS Ramah selama 5 hari, budaya senyum, salam, sapa, sopan, santun (5S) jadi pupuk utama agar ratusan siswa baru tumbuh jadi generasi yang berprestasi dan berakhlak.
’’Kami ingin anak-anak merasa sekolah ini rumah kedua. Hari pertama itu penting, kalau mereka aman dan nyaman, mereka akan percaya diri belajar dan berteman,’’ kata Kepala SMPN 1 Kemlagi, Giyono.
Mengacu pada Permendikdasmen No. 12 Tahun 2026 tentang MPLS, kegiatan di SMPN 1 Kemlagi tidak sekadar perkenalan gedung dan guru. Materi utama yang diberikan meliputi Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, Pagi Ceria, sopan dan santun bermedia sosial, serta budaya 5S.
’’Materi ini sengaja kami pilih untuk membangun karakter. Anak-anak tidak hanya pintar di kelas, tapi juga punya adab di sekolah maupun di dunia digital. 5S itu sederhana, tapi kalau dilakukan setiap hari akan jadi budaya,’’ jelas Giyono.
Selain materi utama, siswa baru juga dikenalkan dengan potensi diri, warga sekolah, kurikulum, dan lingkungan sekolah. Ada sesi pengenalan ekstrakurikuler, unjuk karya. Konsep MPLS Ramah 2026 memang dirancang agar pengalaman awal sekolah menjadi berkesan, menggembirakan, dan menghormati hak setiap anak.
’’Harapan kami, setelah 5 hari ini anak-anak sudah kenal guru, kenal teman, kenal budaya SMPN 1 Kemlagi. Mereka siap berprestasi tapi tetap berkarakter. Sekolah harus jadi tempat yang aman dan nyaman untuk semua,’’ pungkas Giyono. (oce/fen)
Editor : Fendy HermansyahSumber : Radar Mojokerto