Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

SMPN 2 Kemlagi Tekankan Pendidikan Karakter dan Literasi Digital

M
Penulis: Martda Vadetya❯
PENYAMBUTAN: Kepala SMPN 2 Kemlagi Mochammad Farid menyalami para peserta dalam membuka pelaksanaan MPLS 2026.
PENYAMBUTAN: Kepala SMPN 2 Kemlagi Mochammad Farid menyalami para peserta dalam membuka pelaksanaan MPLS 2026.

Advertisement

SEBANYAK 157 siswa baru kelas VII SMPN 2 Kemlagi tengah menjalani kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran 2026/2027. Pada masa orientasi selama 13-17 Juli ini, para peserta didik diajak beradaptasi dengan lingkungan dan sistem pembelajaran di sekolah yang baru. 

​Kepala SMPN 2 Kemlagi Mochammad Farid menyatakan, MPLS tahun ini mengusung tema Generasi Cerdas, Berkarakter, dan Berbudaya Digital yang Bijak. Konsep pelaksanaannya dirancang selaras dengan visi utama sekolah. Yakni mewujudkan murid yang berkarakter, sehat, unggul dalam ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek), serta berbudaya lingkungan. 

Segaris dengan itu, MPLS difokuskan pada penanaman karakter siswa sejak dini di tengah derasnya arus informasi dan perkembangan tekonologi. 

Advertisement

”Kami mengarahkan murid untuk selalu bijaksana dalam berliterasi digital, mengingat pesatnya perkembangan teknologi seiring perubahan zaman sekarang ini,” ujarnya, kemarin (16/7). 

Para siswa juga diajak menjalani serangkaian kegiatan menyenangkan dan sarat pengetahuan selama masa orientasi berlangsung sepekan ini. Di antaranya dengan berliterasi digital. ”Para siswa kami ajak praktik berliterasi digital, kemudian kami arahkan menggunakan media sosial dengan bijak,” ungkap Farid. 

PENGARAHAN: Sejumlah siswa baru SMPN 2 Kemlagi menjalani serangkaian kegiatan MPLS dengan semarak.
PENGARAHAN: Sejumlah siswa baru SMPN 2 Kemlagi menjalani serangkaian kegiatan MPLS dengan semarak.

Advertisement

Ia menjelaskan, seluruh jajaran guru dilibatkan dalam rangkaian kegiatan MPLS. Baik sebagai panitia pelaksana maupun pemateri. SMPN 2 Kemlagi juga menggandeng Polsek, Koramil, dan Puskesmas Kemlagi sebagai narasumber. 

Menurutnya, secara teknis, tidak ada perbedaan signifikan antara pelaksanaan MPLS kali ini dengan tahun sebelumnya. Terdapat penambahan pada sejumlah materi yang relevan bagi siswa baru. Tujuannya, tak lain agar murid baru mampu memahami peran dan kewajiban sebagai pelajar dan terus tumbuh menjadi generasi melek Iptek di era modern erbadigital ini. 

”Secara umum, MPLS ini ditujukan agar peserta didik selalu menjadi murid yang bertanggung jawab atas tugasnya. Baik untuk dirinya sendiri maupun lingkungan sekitar,” tandas Farid. (vad/ris)

 

 

Advertisement
Editor : Fendy Hermansyah
Sumber : Radar Mojokerto

Artikel Terkait

Bunga Bangkai Jadi Bahan Belajar Luar Kelas Siswa MI di Sooko Mojokerto

Bunga Bangkai Jadi Bahan Belajar Luar Kelas Siswa MI di Sooko Mojokerto

Fenomena menarik terjadi di Dusun Kedungpring, Desa Jampirogo, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, kemarin (2/11). Sebuah bunga bangkai atau tanaman yang berasal dari umbi suweg (Amorphophallus) tumbuh subur di pekaran

Kawal Pemulihan Psikologis Korban Keracunan MBG, Dispendik Mojokerto Siapkan Trauma Healing

Kawal Pemulihan Psikologis Korban Keracunan MBG, Dispendik Mojokerto Siapkan Trauma Healing

DINAS Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Mojokerto memastikan akan mengawal pemulihan psikologis siswa maupun guru SMPN 1 Mojoanyar yang mengalami dugaan gejala keracunan usai menyantap MBG sate ayam. Pendampingan hingga t

Diduga Keracunan MBG Sate Ayam, Belasan Siswa SMPN 1 Mojoanyar Dilarikan ke IGD

Diduga Keracunan MBG Sate Ayam, Belasan Siswa SMPN 1 Mojoanyar Dilarikan ke IGD

Belasan siswa SMPN 1 Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto dilaporkan mengalami mual, muntah, dan diare usai menyantap menu sate ayam. Rabu (7/10) mereka harus dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) Puskesmas Gayaman, Kecam

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer