Kepala SMPN 2 Pungging Mochammad Salam Yusuf menjelaskan, rangkaian agenda dirancang untuk menyeimbangkan kesiapan fisik dan ketajaman berpikir siswa sejak pagi hari. Bekerja sama dengan Damkar BPBD Kabupaten Mojokerto, MPLS Ramah 2026 hari kedua ini berjalan seru, interaktif, dan penuh antusiasme dari para peserta didik baru.
’’Kami memulai hari dengan Pagi Ceria. Para siswa diajak melakukan senam bersama untuk menyalakan semangat, dilanjutkan dengan tes denyut jantung untuk memantau kebugaran mereka. Setelah itu, ada program MBG (Makan Bergizi Gratis), pengisian lembar kerja (LK), hingga ditutup dengan sesi refleksi bersama,’’ ungkapnya.
Simulasi kebencanaan ini bukan sekadar tontonan, melainkan implementasi dari slogan sekolah, SPENDAPUNG ORISINAL (olahraga, intelektual, seni, dan berakhlak). Siswa diajak mempraktikkan secara langsung menghadapi situasi darurat dengan tenang dan cepat. Mulai dari pengenalan potensi bahaya, simulasi penanganan, hingga praktik pemadaman api. ’’Ini upaya kami melatih aspek mental para siswa,’’ tegasnya.
Melalui pembekalan aplikatif ini, SMPN 2 Pungging membuktikan komitmennya sebagai sekolah yang aman, nyaman, dan berwawasan lingkungan. Dengan menyandang visi SMPN 2 Pungging Sekolah Asri, Semangat Berprestasi, pihak sekolah berharap bekal simulasi penyelamatan diri tersebut dapat menjadi modal berharga bagi para siswa untuk menjalani masa sekolah dengan rasa aman dan penuh rasa percaya diri. (ori/ris)
Editor : Fendy Hermansyah
Sumber : Radar Mojokerto