TAHUN ajaran 2026/2027 di SMAN 1 Puri dibuka dengan dua momentum penting. Selain menggelar Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi siswa baru, sekolah juga resmi meluncurkan karya inovasi bertajuk TAKOLA LABAIK: Memperkuat Karakter Murid, Senin (13/7). Inovasi ini menjadi langkah strategis sekolah dalam menciptakan lingkungan belajar yang bersih, tertib, disiplin, dan kolaboratif.
Kepala SMAN 1 Puri Sutoyo menyampaikan, inovasi ini diluncurkan bersamaan dengan MPLS agar nilai-nilai karakter langsung ditanamkan sejak hari pertama siswa masuk. ”TAKOLA LABAIK kami hadirkan untuk memastikan setiap kelas menjadi rumah kedua yang nyaman, aman, dan mendidik. Melalui evaluasi pengelolaan kelas yang terencana dan berkelanjutan, kami ingin membangun budaya sekolah yang unggul, disiplin, dan mampu meningkatkan kualitas pembelajaran serta karakter peserta didik secara berkelanjutan,’’ ujarnya.
Menurut Sutoyo, pengelolaan kelas yang baik adalah sarana mewujudkan tujuan pendidikan nasional, yaitu membentuk peserta didik yang beriman, berakhlak mulia, kreatif, mandiri, dan bertanggung jawab.
Empat aspek dalam TAKOLA LABAIK dirancang agar siswa terbiasa menjaga kebersihan, tepat waktu, berkomunikasi dengan orang tua dan wali kelas, serta tertib dalam administrasi. ’’Penguatan karakter murid melalui pembiasaan tata kelola kelas dan nantinya setiap bulan dikasih reward bagi mereka yang berhasil meraih gelar terbaik,’’ imbuhnya.
Selama MPLS, siswa baru tidak hanya dikenalkan dengan lingkungan sekolah, tetapi juga langsung dibiasakan dengan standar TAKOLA LABAIK. Mulai dari kerapian meja kursi, keberadaan pojok literasi dan mading, hingga kedisiplinan mengikuti upacara dan ibadah sekolah.
”Kami berharap dengan kerja sama yang baik antara seluruh warga sekolah dan orang tua, TAKOLA LABAIK bisa menjadi budaya. Jadi, sejak MPLS ini, anak-anak sudah paham bahwa di SMAN 1 Puri kita belajar bukan hanya di kelas, namun juga dari lingkungan dan kebiasaan baik yang kita bangun bersama,” tandasnya. Inovasi ini juga diharapkan bisa menjadi referensi pengembangan sistem pengelolaan kelas di sekolah lain, dengan memanfaatkan indikator yang komprehensif dan evaluasi yang sistematis. (oce/ris)
Editor : Fendy Hermansyah
Sumber : Radar Mojokerto