Guru SMPN Petakan Potensi Kesulitan Belajar
KOTA - Jelang tahun ajaran baru 2026/2027, SMP negeri mulai melaksanakan tes diagnostik pada siswa baru, Senin (6/7). Kegiatan ini dilaksanakan pada awal semester sebelum proses pembelajaran inti dimulai di setiap mata pelajaran (mapel).
Seperti di SMPN 7 Mojokerto. Sejumlah siswa baru menjalani tes tersebut sebagai bagian dari strategi pemetaan kemampuan dan kesiapan belajar peserta didik. ”Tujuannya untuk mengidentifikasi pengetahuan awal, pemahaman konsep, serta potensi kesulitan belajar yang dimiliki siswa,” kata Kepala SMPN 7 Mojokerto Evi Poespito Hany, Senin (6/7).
Dia mengungkapkan, pelaksanaan tes diagnostik mencakup aspek kognitif dan nonkognitif. Aspek kognitif mengukur penguasaan materi prasyarat, sementara aspek nonkognitif membantu guru memahami kondisi psikologis, motivasi belajar, serta gaya belajar peserta didik.
”Dengan pendekatan ini, pembelajaran diharapkan dapat berlangsung lebih inklusif dan berkesinambungan,” jelasnya. Demikian pula di SMPN 3 Mojokerto. Pelaksanaan tes diagnostik juga digeber bagi siswa baru.
Kepala SMPN 3 Mojokerto Redjo menyatakan, dari tes ini guru dapat menyesuaikan metode, media, serta strategi pembelajaran berdasarkan hasil analisis tes diagnostik yang diperoleh. ”Hasil tes ini tidak digunakan sebagai penilaian akademik, melainkan sebagai bahan refleksi dan dasar bagi guru dalam merancang pembelajaran yang lebih tepat, efektif, dan berpihak pada kebutuhan siswa,” imbuh dia.
Menurutnya, pelaksanaan tes ini wajib diikuti oleh seluruh siswa baru. Kemudian melalui pelaksanaan tes diagnostik awal semester, ia berharap proses pembelajaran ke depan dapat berjalan lebih terarah, responsif, dan bermakna. ”Sehingga setiap peserta didik memperoleh kesempatan belajar yang optimal sesuai dengan potensi dan kebutuhan masing-masing,” tandasnya. (oce/ris)
Editor : Fendy Hermansyah