SEMENTARA itu, Plt Asisten Administrasi Umum Sekdaprov Jatim Akhmad Jazuli menceritakan, bahwa Pondok Pesantren Al-Amin didirikan pada tahun 2000 atas dukungan para kiai dan masyarakat. Ia mengatakan, pesantren tersebut dibangun tidak hanya untuk mencetak santri yang berilmu, tetapi juga membentuk karakter, akhlak, kesederhanaan, dan sikap tawadhu.
”Santri yang akan dilepas hari ini harus tetap menjaga jati dirinya sebagai santri. Akhlakul karimah, ilmu yang diamalkan dan amal yang ilmiah harus terus dipegang. Jangan sampai setelah keluar dari pondok lalu lupa pada pesantrennya. Saya bersyukur Jawa Timur memiliki gubernur dari kalangan pesantren seperti Ibu Khofifah,” ujarnya.
Sehingga Pondok Pesantren Al-Amin juga akan terus membekali santri bukan hanya pandai mengaji, tetapi juga memiliki keterampilan, mulai dari program vokasi hingga hidroponik. ”Supaya ketika kembali ke masyarakat mereka memiliki ilmu, akhlak, dan bekal hidup,” tandasnya. (bas/ris)
Editor : Fendy Hermansyah