Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Pelayanan Pendaftaran Siswa Baru Diperpanjang

Indah Oceananda • Kamis, 18 Juni 2026 | 11:52 WIB
JEMPUT BOLA: Koordinasi UPT SKB Gedeg dalam menjaring peserta didik baru dengan melibatkan kolaborasi dari kecamatan. (Indah JPRM)
JEMPUT BOLA: Koordinasi UPT SKB Gedeg dalam menjaring peserta didik baru dengan melibatkan kolaborasi dari kecamatan. (Indah JPRM) 

KABUPATEN – Penjaringan anak tidak sekolah (ATS) untuk memperoleh akses pendidikan terus dimaksimalkan. Melalui pendaftaran siswa baru tahun ajaran baru 2026/2027, Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Gedeg membuka layanan pendidikan bagi warga yang putus sekolah melalui program paket yang setara jenjang pendidikan di sekolah formal hingga akhir tahun nanti. 

Kepala UPT SKB Gedeg Hatta Mustofa menerangkan, penerimaan peserta didik baru di lembaga yang ia pimpin masih berlangsung. Meskipun proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) formal telah selesai. ”SPMB di SKB sebenarnya sama dengan sekolah formal. Namun, setelah pengumuman SPMB, kami tetap menerima pendaftaran peserta didik di SKB hingga batas akhir sebelum pelaksanaan asesmen tengah semester, sekitar Desember nanti,’’ katanya, Rabu (17/6). 

Hatta mengungkapkan, rentang waktu pendaftaran yang lebih panjang tersebut dilakukan untuk mengantisipasi anak-anak yang tidak tertampung di satuan pendidikan formal. Meski membuka pendaftaran, pihaknya menegaskan pendidikan kesetaraan bukan untuk menggantikan sekolah formal.

Masyarakat yang masih dalam usia sekolah tetap disarankan untuk menempuh jalur pendidikan reguler. ’’Kami melayani siapa saja yang masih ingin melanjutkan pendidikan. Belajar di sini tetap bisa ditempuh meskipun tidak melalui jalur sekolah formal,’’ imbuhnya. 

Baca Juga: Ajukan Dropping Air Bersih, Dua Desa di Mojokerto Mulai Alami Kekeringan

Dia menambahkan, secara umum tidak ada perbedaan signifikan antara SPMB di sekolah formal dan SKB. Namun, sasaran peserta didik yang dilayani berbeda. ’’Kalau sekolah nonformal seperti kami maupun PKBM adalah anak-anak yang karena suatu hal tidak bisa melanjutkan ke pendidikan formal,” jelas Hatta.

Oleh karena itu, SKB biasanya menunggu hasil akhir proses SPMB sekolah formal sebelum menjaring peserta didik yang belum mendapatkan sekolah. Meski demikian, SKB tidak menetapkan target khusus jumlah peserta didik baru setiap tahunnya. 

Untuk menjaring anak-anak putus sekolah tersebut, SKB tidak hanya menunggu pendaftaran dari masyarakat. ’’Para pamong atau guru aktif melakukan jemput bola ke lapangan guna memverifikasi data ATS yang diperoleh dari dinas pendidikan. Tapi, ada juga yang datang sendiri ke kami, ada juga yang kami jemput bola,’’ tandasnya. (oce/ris)

 

Editor : Imron Arlado
#siswa mojokerto #layanan pendaftaran siswa #skb gedeg #anak tidak sekolah #Sekolah mojokerto