’’Pelaksanaan tahap pertama SPMB hanya berlangsung sampai 5 Juni,’’
Amsar Azhari Siregar
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto
Hari Pertama SPMB SMP, Sekolah Pinggiran Ikut Diburu
KABUPATEN - Antusiasme masyarakat mengikuti Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SMP negeri di Kabupaten Mojokerto masih sangat tinggi. Bahkan, baru sehari dibuka, pagu jalur domisili di 19 sekolah langsung terpenuhi. Menariknya, kondisi itu tidak hanya terjadi di sekolah yang berada di kawasan perkotaan, tetapi juga sejumlah sekolah di wilayah pinggiran.
Berdasarkan pantauan pada laman SPMB SMP Negeri Kabupaten Mojokerto, Kamis (4/6) pukul 16.00, sebanyak 19 dari total 41 SMP negeri telah memenuhi kuota jalur domisili. Jumlah pendaftar di beberapa sekolah bahkan sudah melampaui daya tampung yang tersedia.
Fenomena tersebut menunjukkan minat masyarakat terhadap sekolah negeri masih tinggi. Selain SMP yang selama ini menjadi tujuan favorit di kawasan perkotaan, sejumlah sekolah pinggiran juga mulai banyak diminati. Di antaranya SMPN 3 Pacet dan SMPN 3 Gondang yang telah berhasil memenuhi pagu pada hari pertama pendaftaran.
Tingginya animo pendaftar juga terlihat pada jalur afirmasi. Hingga kemarin (4/6) sore, kuota afirmasi di 12 sekolah telah terisi penuh. Jalur yang diperuntukkan bagi siswa dari keluarga kurang mampu, penyandang disabilitas, maupun korban tindak kekerasan itu menjadi salah satu jalur yang paling banyak diburu calon peserta didik baru.
Di SMPN 1 Kemlagi misalnya, jumlah pendaftar telah melampaui kuota yang disediakan. Dari total daya tampung 51 siswa, tercatat sudah ada 67 calon siswa yang mendaftar melalui jalur afirmasi.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto Amsar Azhari Siregar mengatakan, pelaksanaan SPMB tahap pertama hanya berlangsung selama dua hari. Karena itu, calon peserta didik yang belum mendaftar masih memiliki kesempatan hingga hari ini (5/6) pukul 21.00. ’’Pelaksanaan tahap pertama SPMB hanya berlangsung sampai 5 Juni,’’ katanya.
Menurut Amsar, jalur domisili diperuntukkan bagi calon murid yang berdomisili di wilayah penerimaan murid baru sesuai ketentuan pemerintah daerah. Sementara jalur afirmasi dibuka untuk calon murid dari keluarga ekonomi tidak mampu, penyandang disabilitas, maupun korban tindak kekerasan.
Dia menjelaskan, pada pelaksanaan SPMB tahun ini kuota jalur domisili ditetapkan sebesar 40 persen dari total daya tampung sekolah. Angka itu turun dibanding tahun sebelumnya yang mencapai 45 persen. Sedangkan jalur afirmasi memperoleh alokasi kuota sebesar 20 persen. ’’Dalam SPMB tahun ajaran baru ini, jalur domisili cuma dijatah 40 persen dari daya tampung. Sedangkan jalur afirmasi dipatok 20 persen,’’ terangnya.
Amsar memastikan proses pendaftaran daring dapat berjalan lancar. Sebab, Dispendik telah melaksanakan simulasi sistem pendaftaran beberapa hari sebelum tahapan dibuka. Selain itu, seluruh calon peserta didik juga telah menerima PIN yang digunakan untuk mengikuti seluruh tahapan SPMB. ’’Saat proses verval, siswa sudah menerima PIN masing-masing dan itu akan digunakan saat mendaftar di jalur dalam tahapan pertama, kedua dan ketiga,’’ bebernya.
Pada tahapan pertama ini, Dispendik juga membuka masa sanggah untuk menampung aduan masyarakat apabila ditemukan kendala dalam proses pendaftaran. Masa sanggah jalur domisili dijadwalkan berlangsung pada 6 hingga 8 Juni. ’’Apabila ada laporan, calon siswa baru bisa mengajukan sanggahan ke SMP negeri tempat mereka mendaftar,’’ ujar Amsar.
Tahun ini, pagu SMP negeri diprediksi menampung 8.736 dengan maksimal 10 rombongan belajar (rombel). Masing-masing rombel terdiri dari 32 siswa. Setelah tahapan pertama, jika calon siswa dinyatakan tidak lolos, mereka bisa kembali menggunakan kesempatan mendaftar melalui dua tahapan yang tersisa. ’’Untuk tahapan kedua SPMB akan dilanjutkan tiga jalur. Yakni jalur prestasi akademik dan nonakademik, prestasi nilai, serta mutasi yang berlangsung pada 11 Juni," bebernya.
Lalu, tahap ketiga yakni jalur prestasi nilai, digelar sebagai kesempatan terakhir calon siswa mendaftar ke sekolah negeri. Itu ditentukan dengan besaran sisa kuota dari jalur sebelumnya yang tidak terpenuhi. "Untuk waktu tahapan ketiga akan berlangsung 15 Juni," tandasnya. (oce/fen)
Editor : Fendy Hermansyah