KABUPATEN - Universitas Bina Sehat (UBS) PPNI Mojokerto menggelar program pengabdian bertajuk Selantang (Sekolah Lansia Tangguh) di Desa Mlaten, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokero, Rabu (3/6). Acara yang dibuka langsung Ketua TP PKK Kabupaten Mojokerto Hj. Shofiya Hanak Albarraa ini sebagai bentuk komitmen perguruan tinggi mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat. Program Selantang merupakan kegiatan pengabdian yang didanai melalui hibah Direktorat Riset, Teknologi dan Pengabdian Masyarakat (DRTPM) Kemdiktisaintek tahun 2026.
Hibah tersebut berhasil diraih oleh tim UBS PPNI Mojokerto yang diketuai Ns. Arief Andriyanto, M.Kep, Sp.Kep.Kom. ”Program ini kami susun agar lansia memiliki ruang belajar yang ramah, menyenangkan, dan bermanfaat,” tutur Arif. Kehadiran Ning Hanna menjadi bentuk dukungan nyata pemerintah daerah terhadap peningkatan derajat kesehatan dan kemandirian lansia. Hadir pula jajaran DP2KBP2, dinas kesehatan, puskesmas, Forkopimca Puri, perangkat desa, tokoh masyarakat, kader kesehatan, serta peserta lansia sasaran program.
Ruang Belajar untuk Lansia Tangguh
Selantang dirancang sebagai ruang belajar, pendampingan, dan penguatan kapasitas bagi masyarakat lansia. Dengan harapan agar tetap sehat, aktif, mandiri, serta memiliki daya tahan fisik, mental, sosial, dan spiritual dalam menjalani masa lanjut usia. Melalui Selantang ini, para lansia mendapatkan edukasi kesehatan, pola hidup sehat, pencegahan penyakit degeneratif, penguatan kesehatan mental, aktivitas fisik ringan, dan keterampilan sosial. Program ini juga mendorong lansia untuk tetap produktif dan terlibat dalam kehidupan bermasyarakat.
Ketua Tim Pengabdian Masyarakat Ns. Arief Andriyanto, M.Kep, Sp.Kep.Kom, menyampaikan, Selantang lahir dari kepedulian terhadap meningkatnya kebutuhan pendampingan bagi kelompok lansia. Menurutnya, lansia membutuhkan program yang tidak hanya berorientasi pada pelayanan kesehatan, tetapi juga pada penguatan kemandirian dan ketangguhan dalam menghadapi perubahan usia. ”Harapannya, para lansia di Desa Mlaten dapat semakin memahami cara menjaga kesehatan, tetap aktif, dan mampu menjalani hari tua dengan lebih berkualitas,” ujarnya.
Arief menambahkan, keterlibatan UBS PPNI Mojokerto dalam program Selantang menjadi bagian penting dari pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi. Pasalnya, universitas tidak hanya hadir dalam ruang akademik, tetapi juga turun langsung mendampingi masyarakat melalui kegiatan yang berbasis kebutuhan nyata di lapangan. Pemerintah Desa (Pemdes) Mlaten menyambut baik pelaksanaan program tersebut.
Kegiatan Selantang dinilai sejalan dengan kebutuhan desa dalam memperkuat pelayanan dan perhatian terhadap warga lansia. Dengan adanya Selantang, desa memiliki mitra strategis dalam membangun lingkungan yang lebih peduli, sehat, dan ramah lansia.
Program Selantang juga melibatkan kader kesehatan dan masyarakat sekitar agar keberlanjutan kegiatan dapat terjaga. Kader desa diharapkan menjadi penggerak utama setelah program berjalan, sehingga edukasi dan pendampingan kepada lansia tidak berhenti hanya pada saat kegiatan pengabdian berlangsung. (ram/ris)
Editor : Fendy Hermansyah