KABUPATEN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto terus menguatkan fondasi literasi generasi muda dengan menggelar Lomba Bertutur tingkat SD/MI se-Kabupaten Mojokerto tahun 2026, kemarin (6/5). Kegiatan yang diinisiasi dinas perpustakaan dan kearsipan (disperka) itu dibuka langsung Kepala Disperka Nalurita Priswiandini di aula Perpustakaan Daerah.
Ia mengatakan, literasi tidak hanya soal membaca, tetapi juga membangun cara berpikir kritis dan karakter generasi muda. ”Melalui kegiatan ini, kita ingin mendorong anak-anak semakin mencintai buku dan menjadikan membaca sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.
Lomba Bertutur tersebut berfokus pada perlombaan materi cerita kepahlawanan dan legenda rakyat atau foklor dan budaya sejarah di Kabupaten Mojokerto. Panitia mencatat 60 siswa dari SD/MI negeri dan swasta ambil bagian, menandakan tingginya antusiasme sekolah dalam mendukung penguatan literasi berbasis budaya lokal ini. ”Cerita rakyat yang dibawakan anak-anak tidak sekadar hiburan, tetapi juga sarat nilai moral dan pendidikan karakter dan budi pekerti,” imbuh Nalurita.
Menurutnya, digelarnya lomba berbasis literasi sebagai agenda tahunan ini menjadi bagian dari strategi membangun masyarakat literat sekaligus menggali potensi anak dalam seni bertutur. Tiga dewan juri dari unsur akademisi dan profesi, salah satunya dari Jawa Pos Radar Mojokerto dipercaya sebagai dewan juri untuk menilai kemampuan peserta. Mulai dari penguasaan materi hingga ekspresi dan teknik bercerita. ”Karena ini juga merupakan program nasional, kami berharap kegiatan ini mampu melahirkan generasi yang tidak hanya gemar membaca, tetapi juga mampu menyampaikan gagasan dengan baik,” ulasnya.
Lomba Bertutur berlangsung selama dua hari, 6-7 Mei 2026. Panitia menyiapkan total hadiah uang tunai jutaan rupiah bagi para pemenang. Perinciannya, juara I berhak membawa pulang uang pembinaan Rp 5 juta, juara II Rp 4 juta, dan juara III Rp 3 juta, serta hadiah bagi juara harapan I, II, dan III. (oce/ris)
Editor : Fendy Hermansyah