Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Uji Coba Pembatasan Gawai di Sekolah Mojokerto Dinilai Belum Maksimal

Indah Oceananda • Selasa, 31 Maret 2026 | 13:19 WIB
Mengenal Pengertian, Manfaat, Tanda, dan Tips Melakukan Digital Detox, Istirahat Sejenak dari Gadget. sumber foto pinterest
Mengenal Pengertian, Manfaat, Tanda, dan Tips Melakukan Digital Detox, Istirahat Sejenak dari Gadget. sumber foto pinterest

 

’’Insya Allah, bisa maksimal mulai besok (hari ini, Red), karena memang minggu pertama ini untuk uji coba dulu, nanti tetap akan dievaluasi untuk aturan ke depannya.’’

Silfi Ariani

Kepala SMAN 3 Mojokerto 

Sekolah Tingkat SMA/SMK Bakal Evaluasi Berkala

MOJOKERTO RAYA - Uji coba kebijakan baru terkait penggunaan gawai (ponsel) di lingkungan sekolah mulai terlaksana, kemarin (30/3). Meski belum berjalan maksimal, setiap sekolah terus mengevaluasi aturan penggunaan gadget agar tidak mengganggu proses belajar-mengajar.

Seperti di SMAN 1 Pacet. Hari pertama penerapan kebijakan pembatasan penggunaan handphone saat kegiatan belajar mengajar (KBM), diakui menuai kekecewaan kalangan murid. Meski demikian, para siswa tetap mematuhi aturan anyar tersebut. ’’Sebelum masuk, kita sudah menyosialisasikannya ke siswa lewat medsos sekolah. Lalu, hari ini (kemarin, Red) mulai penerapan, ya memang banyak siswa yang kecewa tapi aturannya tetap dipatuhi,’’ kata Kepala SMAN 1 Pacet Nasirudin, kemarin.

Pembatasan penggunaan gadget di SMAN 1 Pacet, lanjutnya, berlaku tak hanya saat jam pembelajaran. Bahkan, di jam istirahat, gadget siswa tetap dikumpulkan di tempat yang sudah tersedia. ’’Baru dikembalikan saat jam pulang. Karena, kalau dikembalikan saat jam istirahat takutnya crowded,’’ ulasnya.

Pembatasan penggunaan gawai di SMAN 3 Mojokerto hanya berlaku saat KBM berlangsung. Saat jam istirahat, siswa diperbolehkan memakai gadget masing-masing. ’’Untuk pengumpulan gawai kita letakkan di depan kelas masing-masing. Yang kami fokuskan, agar mengurangi siswa bermain handphone saat jam pembelajaran,’’ beber Kepala SMAN 3 Mojokerto Silfi Ariani.

Diakuinya, pembatasan gawai memang belum berjalan maksimal. Sebab, masih ada beberapa siswa yang kedapatan membawa handphone lebih dari satu. ’’Insya Allah, bisa maksimal mulai besok (hari ini, Red), karena memang minggu pertama ini untuk uji coba dulu, nanti tetap akan dievaluasi untuk aturan ke depannya,’’ jelasnya.

Sementara itu, Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Jawa Timur Wilayah Kabupaten dan Kota Mojokerto Pinky Hidayati menyebut, pembatasan penggunaan gawai dikecualikan jika digunakan untuk kebutuhan pembelajaran tertentu dan di lokasi yang telah ditetapkan sekolah. ’’Pembatasan diberlakukan dengan pengecualian pada kondisi khusus sesuai kebutuhan pembelajaran dan pada tempat yang telah ditentukan oleh satuan pendidikan. Artinya, harus terencana serta berada di bawah pengawasan pendidik,’’ katanya.

Tak hanya bagi siswa, guru juga tidak diperkenankan menggunakan gadget secara bebas di luar kebutuhan pembelajaran selama kegiatan belajar mengajar (KBM) berlangsung. Larangan tersebut juga berlaku diterapkan saat berada di ruang kelas. ’’Untuk masing-masing sekolah sudah merespons kebijakan ini dengan langkah awal sosialisasi melalui medsos sekolah,’’ jelasnya.

Selain itu, selama sepekan pertama April, pelaksanaan pembatasan gadget ini masih dalam tahap uji coba. Kemudian, nantinya aturan masing-masing lembaga akan disesuaikan dengan hasil evaluasi. ’’Setelah uji coba, nanti tetap ada evaluasi berkala dari SOP (standar operasional prosedur) yang sudah diterapkan masing-masing satuan pendidikan,’’ pungkasnya. (oce/fen)

 

Editor : Fendy Hermansyah
#pembatasan gawai #gawai di sekolah #pembatasan gawai di sekolah #siswa mojokerto #Sekolah mojokerto