Dibukanya program EJIES 2026 ini bagian dari implementasi kebijakan pembangunan pendidikan Jawa Timur Tahun 2026 yang mengusung tema JATIM CERDAS: Pendidikan Berdampak, Mewujudkan SDM Unggul dan Berdaya Saing. Berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, EJIES 2026 wajib diikuti oleh lembaga SMA, SMK, dan SLB negeri maupun swasta.
’’Peserta EJIES sendiri mencakup sekretariat, bidang SMA, SMK, GTK, PKLK, UPT TIKP, UPT PTKK, serta seluruh cabang dinas pendidikan,’’ kata Manajer Keuangan Jawa Pos Radar Mojokerto Niko Suseno Jaya.
Dia menjelaskan, EJIES 2026 dihadirkan sebagai ruang apresiasi sekaligus akselerasi inovasi pendidikan di Jawa Timur. Melalui forum ini, para guru dan tenaga kependidikan diharapkan dapat menampilkan praktik baik, bertukar gagasan, serta memperluas jejaring kolaborasi demi peningkatan mutu pembelajaran.
”Diharapkan, dari setiap inovasi yang dihadirkan dapat memberikan dampak langsung bagi peserta didik, pendidik, maupun masyarakat,’’ jelasnya.
Setiap satuan pendidikan didorong tak hanya menghasilkan satu inovasi. Selain itu, inovasi yang dipaparkan tidak selalu berbentuk teknologi atau aplikasi. Kebijakan dan langkah strategis yang mampu menyelesaikan persoalan pendidikan juga dapat dikategorikan sebagai inovasi.
’’Minimal satu sekolah bisa menghasilkan lebih dari satu inovasi. Masalah yang dihadapi murid, guru, maupun tenaga kependidikan bisa diangkat menjadi inovasi melalui solusi yang dihasilkan,’’ ungkapnya.
Niko menyebut ada enam bidang inovasi dalam EJIES 2026 yang akan dilombakan di tingkat provinsi pada April mendatang. Meliputi, transformasi digital dan teknologi pendidikan; inovasi pembelajaran dan kurikulum abad 21; penguatan karakter, literasi, dan profil pelajar pancasila; inklusi, kesejahteraan, dan layanan peserta didik; kewirausahaan, vokasi, dan kemandirian peserta didik; tata kelola, budaya sekolah, dan ekosistem pendidikan.
Di awal tahapan, peserta akan menjalani tahap preliminary, yaitu penilaian proposal dilakukan oleh tim dari Jawa Pos Radar. Kemudian, tahap development atau penilaian deck vlog oleh akademisi ITS, yang nantinya dilanjutkan pengumuman 50 finalis terbaik. ”Lalu, di tahapan showcase, para finalis akan melakukan paparan dan diskusi dalam forum FGD (focus group discussion) bersama tim akademisi perguruan tinggi sebelum memasuki malam penganugerahan,’’ terangnya.
Adapun untuk timeline kegiatan dimulai dengan pendaftaran dan pengumpulan karya mulai 13 Februari sampai 9 Maret. Kemudian disusul pada 9-25 Maret untuk tahapan preliminary atau penilaian proposal. Lantas, pada 20 Maret akan diumumkan 10 terbaik.
Kegiatan berlanjut pada 1-8 April untuk penilaian deck vlog. Lalu, di 13 April pengumuman 50 terbaik. Tepat pada 21 April, dilaksanakan development forum. Kemudian 30 April showcase atau pemaparan. Serta diskusi 50 finalis terbaik, dan 21 Mei malam penganugerahan. (oce/ris)
Editor : Fendy Hermansyah