Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Dispendik Kabupaten Mojokerto Minta Sekolah Kurangi Aktivitas Fisik bagi Siswa

Indah Oceananda • Rabu, 18 Februari 2026 | 12:45 WIB

RELIGIUS: Selama Ramadan, pembiasaan budaya religi di SMPN 2 Kutorejo semakin ditingkatkan.
RELIGIUS: Selama Ramadan, pembiasaan budaya religi di SMPN 2 Kutorejo semakin ditingkatkan.
Sistem Pembelajaran Selama Ramadan Diarahkan ke Asesmen Formatif 

KABUPATEN – Tak hanya ketentuan pemberian tugas, satuan pendidikan juga diimbau mengurangi intensitas aktivitas fisik dalam kegiatan pembelajaran selama bulan Ramadan 1447 Hijriah. Kebijakan tersebut untuk memastikan proses pendidikan tetap berjalan efektif tanpa membebani peserta didik. 

Dalam Surat Edaran (SE) Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Mojokerto Nomor 421/6/416-101/2026 tentang Pembelajaran di Bulan Ramadhan 1447 H/2026, disebutkan pula imbauan kepada masing-masing sekolah untuk mengurangi aktivitas fisik dalam kegiatan pembelajaran.

Antara lain, seperti mata pelajaran (mapel) pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan (PJOK), dan sebagainya. ’’Sekolah kita imbau mengurangi belajar yang menggunakan aktivitas fisik seperti olahraga,’’ kata Kepala Dispendik Kabupaten Mojokerto Amsar Azhari Siregar, kemarin (17/2). 

Imbauan pengurangan aktivitas fisik dinilai memberikan kemudahan kepada para siswa dalam menjalankan ibadah puasa pada saat belajar di bulan Ramadan.

Menurut Amsar, aktivitas fisik yang menguras tenaga akan mengganggu ibadah puasa siswa, sehingga untuk menjaga agar puasa tetap lancar aktivitas fisik di sekolah ditiadakan selama Ramadan. ’’Ini toleransi kepada siswa, karena kita tidak ingin siswa kesulitan menjalankan ibadah puasanya karena alasan bersekolah,’’ ujarnya. 

Di sisi lain, Amsar menegaskan, dalam ketentuan pelaksanaan kegiatan pembelajaran Ramadan kali ini, sekolah justru diarahkan melakukan asesmen formatif untuk memantau perkembangan belajar siswa.

Termasuk memberikan perhatian khusus kepada anak berkebutuhan khusus dan siswa yang berpotensi mengalami ketertinggalan belajar. 

”Pemerintah justru mendorong guru melakukan asesmen formatif untuk memantau perkembangan belajar murid selama bulan Ramadan,’’ imbuhnya.  

Dalam edaran tersebut, sekolah juga diwajibkan menjaga keamanan aset pendidikan selama masa masa liburan. Kemudian menyediakan kanal pelaporan bagi orang tua apabila memerlukan informasi atau ingin menyampaikan pengaduan terkait keselamatan peserta didik. 

Sebelumnya, Dispendik Kabupaten Mojokerto memastikan kegiatan belajar mengajar (KBM) selama Ramadan 1447 Hijriah tetap mengacu pada kalender pendidikan semester genap tahun ajaran 2025/2026.

Aturan tersebut dimuat dalam surat edaran (SE) terkait pengaturan kegiatan pembelajaran serta libur Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah bagi seluruh satuan pendidikan. 

SE ini ditetapkan merujuk SE Bersama Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Menteri Agama (Menag), dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Nomor 5 Tahun 2026, Nomor 2 Tahun 2026, dan Nomor 400.1/857/SJ tentang Pembelajaran di Bulan Ramadan Tahun 1447 Hijriah/2026. 

Amsar menambahkan, mulai hari ini (18/2) hingga Sabtu (21/2) mendatang, kegiatan pembelajaran di masing-masing satuan pendidikan dilaksanakan secara mandiri. Kemudian, terhitung sejak 23 Februari hingga 14 Maret nanti, kegiatan pembelajaran kembali dilaksanakan di sekolah. 

Kebijakan tersebut berlaku bagi jenjang TK, SD, hingga SMP negeri maupun swasta. ’’Kegiatan pembelajaran dilaksanakan di sekolah dengan menyesuaikan alokasi waktu di masing-masing jenjang. Untuk jenjang TK dilaksanakan 20 menit per jam pelajaran, jenjang SD 25 menit, dan jenjang SMP 30 menit,’’ pungkasnya. (oce/ris)

 

 



 

Editor : Fendy Hermansyah
#kbm ramadan #dispendik kabupaten mojokerto #pembelajaran ramadan #dinas pendidikan