Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

498 Lembaga Pendidikan di Mojokerto Diusulkan Revitalisasi

Khudori Aliandu • Jumat, 13 Februari 2026 | 07:35 WIB
BUTUH DIPERBAIKI: Atap ruang kelas di SDN Canggu, Kecamatan Jetis, mengalami kerusakan beberapa waktu lalu. Tahun ini, dispendik tengah memetakan sasaran sekolah yang akan mendapat revitalisasi.
BUTUH DIPERBAIKI: Atap ruang kelas di SDN Canggu, Kecamatan Jetis, mengalami kerusakan beberapa waktu lalu. Tahun ini, dispendik tengah memetakan sasaran sekolah yang akan mendapat revitalisasi.

Gus Bupati Sebut 59 di Antaranya Disetujui Kemendikdasmen 

KABUPATEN – Pemkab Mojokerto terus memperjuangkan perbaikan  bangunan lembaga pendidikan di bumi Majapahit yang mengalami rusak sedang dan berat kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

Tahun ini setidaknya ada 498 lembaga yang tengah diajukan melalui program revitalisasi untuk memberikan kenyamanan dan keamanan bagi warga sekolah. Bahkan, 59 di antaranya disebut-sebut sudah disetujui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa mengungkapkan, sejak dirinya dilantik tahun lalu, terdata ada banyak sekolah yang memang mengalami kerusakan. Baik kategori ringan, sedang, dan berat. Sehingga kondisi itu dibutuhkan sentuhan perbaikan.

’’Jadi, pada perubahan anggaran saya harus melakukan pergeseran anggaran sebesar Rp 48 miliar. Itu bersumber dari APBD saja,’’ ungkapnya, kemarin (12/2).

Plotting anggaran tersebut, lanjut dia, menjadikan pemkab berhasil melakukan perbaikan sekolah sebanyak 100 lembaga negeri dan 34 lembaga swasta. Namun, banyaknya sekolah yang masih mengalami kerusakaan menjadikan pemda tetap memberikan perhatian serius di tahun berjalan.

’’Kalau tahun ini, karena transfer pusat kita dikurangi sangat besar, kami tidak bisa melakukan rehabilitasi banyak sekolah. Maka kita harus berkolaborasi antara dana APBD dan APBN,’’ jelasnya.

Hasilnya, terang Gus Bupati, dari informasi yang didapat, pemda bakal mendapat plotting untuk puluhan lembaga pendidikan. ’’Alhamdulillah, yang sudah disetujui ada 59 sekolah. Dan ini tadi (kemarin, Red) sudah saya sampaikan ke Pak Menteri (Mendikdasmen Abdul Mu’ti), dan beliaunya siap menambahkan melalui program revitalisasi,’’ paparnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto Amsar Azhari Siregar menambahkan, sesuai data sebagaimana tahap awal, dispendik sudah mengusulkan 498 sekolah di lingkungan pendidikan untuk masuk pogram prioritas revitalisasi kementerian. Angka itu terbagi atas tingkat TK, SD, dan SMP.

’’Lembaga SD 286 sekolah, SMP 87 sekolah, TK/KB 124 sekolah dan SKB 1. Jadi, totalnya 498 lembaga dengan prioritas sedang dan berat,’’ ungkapnya.

Usulan ini bagian dari kolaborasi pemda dan pemerintah pusat dalam memastikan sarana dan prasarana lingkungan pendidikan yang layak dan aman. Sehingga warga sekolah tidak lagi dihantui kekhawatiran.

’’Nanti akan ada survei dari kementerian untuk melihat kondisinya, baru ada jumlah lembaga yang diberi bantuan revitalisasi. Kita juga selalu mengawal di kementerian agar Kabupaten Mojokerto lebih dijadikan prioritas sesuai dengan fokus Bapak Bupati,’’ tandasnya.

Sementara itu, Mendikdasmen Abdul Mu’ti menyatakan, revitalisasi satuan pendidikan memang menjadi salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto. Tujuannya tak lain untuk meningkatkan layanan pendidikan melalui perbaikan infrastruktur daerah guna memajukan pendidikan di Indonesia.

”Sekolah-sekolah yang perlu kita untuk perbaiki bersama-sama, kami akan berusaha melaksanakan tugas Bapak Presiden, karena salah satu program prioritas beliau adalah revitalisasi satuan pendidikan,” ungkapnya usai meresmikan gedung DKV di SMK Mutia Ngoro, kemarin (12/2). (ori/ris)

 

Editor : Fendy Hermansyah
#bupati mojokerto #revitalisasi sekolah #lembaga pendidikan mojokerto #gus bupati mojokerto