PROGRAM Jurnalis Mengajar di tingkat SMA/SMK, resmi dibuka oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Jawa Timur Wilayah Kabupaten-Kota Mojokerto Pinky Hidayati, kemarin (2/2). Berkolaborasi dengan Jawa Pos Radar Mojokerto, event yang berlangsung di SMK Muhammadiyah 3 (Mutia) Ngoro, Mojokerto ini menandai roadshow jurnalistik dalam rangka Hari Pers Nasional (HPN) sekaligus rangkaian anniversary Jawa Pos Radar Mojokerto ke-25 yang bergulir di satuan pendidikan.
Kepala Cabdindik Jawa Timur Wilayah Kabupaten-Kota Mojokerto Pinky Hidayati menuturkan, pelatihan jurnalistik yang bertema Menjadi Jurnalis dalam Waktu 60 Menit, ini menjadi babak baru bagi peserta didik untuk menjadi agen perubahan. Di mana, wawasan jurnalistik sangat dibutuhkan peranannya saat ini.
’’Ini bukan sekadar pelatihan jurnalistik biasa. Hari ini (kemarin, Red) kalian harus menjadikan mempersiapkan diri kalian untuk menjadi agen perubahan, siap untuk menyuarakan kebaikan dan kebenaran,’’ katanya.
Menurut Pinky, ilmu jurnalistik jika dikelola dengan baik, akan menjadi sebuah senjata yang luar biasa. Namun, ketika disalahgunakan, justru menjelma sebagai senjata yang mematikan. ’’Harapan saya kalian bisa menjadi yang terbaik, bisa menyuarakan kebenaran sehingga bisa menjadikan media sebagai kekuatan kalian dan gunakan juga untuk melakukan dakwah-dakwah sehingga bisa memberikan manfaat pahala bagi kalian semuanya,’’ paparnya.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Jawa Pos Radar Mojokerto, yang telah memberikan pendampingan pada lembaga satuan pendidikan, khususnya di SMK Mutia Ngoro untuk memperdalam wawasan jurnalisme siswa. Lewat pelatihan ini, Pinky berharap, para siswa tak sekadar pintar menulis, namun juga bisa memanfaatkan media sosial sebagai wadah yang positif.
’’Besar juga harapan kami anak-anak ini bisa menulis dengan empati, bisa juga melaporkan fakta tapi tanpa melukai. Dan bisa menghadirkan karya jurnalistik yang mendukung suasana sekolah yang ramah, inklusif, aman dan nyaman. Sehingga semua warga belajar bisa merasa terlindungi dan bisa merasa dihargai hak-haknya,’’ tandasnya.
Sementara itu, Kepala SMK Mutia Ngoro Ednan Rudianto menyatakan, harapannya dari pelatihan jurnalistik ini para siswa lebih bijak saat menggunakan media sosial, utamanya saat bersuara di dunia maya. Di sisi lain, siswa juga dapat menghasilkan output literasi dari pelatihan jurnalistik ini.
’’Kalau dulu adalah mulutmu harimaumu, jadi sekarang adalah jarimu adalah harimaumu. Nah, harapan kami dari jurnalistik ini, nanti anak-anak bisa punya output-nya dari kegiatan ini dengan pendampingan secara intens dari Jawa Pos Radar Mojokerto,’’ ulasnya.
Tentunya, ia mengimbau agar para siswa bisa lebih meningkatkan kemampuan menulis. Tidak hanya dalam kurun waktu tertentu, namun juga punya karya tersendiri. ’’Semakin banyak dibaca, pasti semakin bisa menulis. Semakin banyak yang ditulis. Maka perbanyak baca, pasti banyak baca, pasti banyak menulis,’’ pungkas dia. (oce/fen)
Editor : Fendy Hermansyah