BUKAN tempat bagi yang tak berani bermimpi. Setidaknya itulah prinsip yang melekat dari SMK Muhammadiyah 3 (Mutia) Ngoro, Kabupaten Mojokerto ini. Bukan sekadar slogan, sekolah vokasi Muhammadiyah yang kini tumbuh menjadi SMK Pusat Keunggulan (PK) ini dikenal masyarakat karena inovasi, karakter, dan program unik yang diterapkan.
”Kami ingin siswa punya tiga jalan: bekerja, kuliah, atau berwirausaha (BMW). Semua bermartabat, semua mulia,” kata Kepala SMK Mutia Ngoro Ednan Rudianto, kemarin (1/2).
Di bawah kepemimpinannya, sederet terobosan inovatif dengan menggandeng nilai spiritual dan teknologi lahir. Seperti morning spiritual gathering (MSG), hingga kajian Ahad Pagi Fajar Shodiq yang sempat diisi oleh Kepala BPSDM Pemprov Jawa Timur Ramliyanto.
”Selain untuk siswa, SMK Mutia juga menggelar Kajian Ahad Pagi Fajar Shodiq ini. Kegiatan parenting bagi wali murid rutin kami gelar setiap dua bulan sekali, dengan menghadirkan pembicara dari luar. Salah satunya Kepala BPSDM Pemprov Jawa Timur Ramliyanto ini,” ungkapnya.
Di sisi lain, hadirnya gedung Mutia Exhibition Center yang diresmikan bersama Menteri Dikdasmen RI Abdul Mu'ti sebagai ruang pamer karya dua lantai adalah hasil kolaborasi siswa lintas jurusan.
Terbaru juga tersedianya ruang praktik bagi siswa jurusan desain komunikasi visual (DKV) dan elektro dengan desain yang modern, nyaman, dan bersih untuk mendukung kegiatan pembelajaran. ”Dengan konsep modern, kebersihan sangat dijaga di ruangan-ruangan belajar SMK Mutia,” jelasnya.
Kemudian terhubungnya kolaborasi melalui kemitraan internasional yang membuka peluang magang ke luar negeri. Seperti ke Jepang, Jerman, dan Korea Selatan. Maka tak heran, SMK yang telah mendapatkan akreditasi A ini rutin menggelar seminar internasional terbuka.
Salah satunya baru saja digelar dalam rangkaian Semarak Milad ke-113 Muhammadiyah dan Milad ke-12 SMK Mutia yang dihadiri narasumber dari IUM Malaysia dan BBPPMPV BOE Malang.
”Seminar internasional ini rutin kita gelar supaya mengasah skill komunikasi siswa dengan bahasa asing. Karena di SMK Mutia, siswa memang dituntut untuk menggunakan bahasa Inggris secara aktif,” paparnya. (oce/ris)
Editor : Fendy Hermansyah