KOTA - Pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Kota Mojokerto dipastikan belum dapat direalisasikan dalam waktu dekat. Sebab, program prioritas Presiden Prabowo Subianto yang menjanjikan pendidikan gratis secara menyeluruh bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem itu masih menunggu kesiapan, khususnya terkait penyediaan lahan.
Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kota Mojokerto Choirul Anwar mengatakan, tahun lalu Pemkot Mojokerto telah mengajukan lahan untuk pembangunan Sekolah Rakyat ke pemerintah pusat. Rencananya, lahan aset yang berada di wilayah Pacet, Kabupaten Mojokerto.
’’Usulannya untuk jenjang SMA sederajat, karena SD-SMP di Kota Mojokerto sudah gratis,’’ katanya, kemarin (30/1). Namun, hingga kini, usulan tersebut masih belum disetujui oleh pusat. Lantaran, permohonan pembangunan SR dinilai belum memenuhi persyaratan. ’’Permohonan pembangunan SR dari hasil desk di pusat, menyatakan masih ada kekurangan persyaratan. Yaitu, terkait luas lahan yang diajukan kurang dari 5 hektare,’’ imbuhnya.
Dia menerangkan, lahan di kawasan Pacet dipilih untuk dibangun gedung SR. Sebab, aset pelat merah ini dinilai representatif dengan luas lahan hampir 5 hektare. ’’Karena dinilai belum memenuhi persyaratan, untuk tindak lanjutnya masih kami konsultasikan dengan tim pusat dan menunggu survei dari Kementerian PUPR,’’ paparnya.
Praktis, untuk tahun ini, Pemkot Mojokerto belum memperoleh alokasi pembangunan Sekolah Rakyat dari pemerintah pusat. Penyebabnya, akibat belum terpenuhinya salah satu persyaratan utama, yakni kesiapan lahan yang akan digunakan untuk pembangunan sekolah tersebut.
’’Untuk realisasinya, ya kita menunggu hasil komunikasi dari Kementerian PUPR itu dulu. Sembari melakukan berbagai persiapan agar program tersebut dapat diusulkan kembali ke pemerintah pusat,’’ tandasnya. (oce/fen)
Editor : Fendy Hermansyah