Sentuh Perbaikan di Ruang Kelas SLB Putra Daerah Pucuk
KABUPATEN – Lembaga pendidikan di Mojokerto termasuk menjadi salah satu daerah yang tersentuh program rehabilitasi dan revitalisasi, khususnya bagi Sekolah Luar Biasa (SLB). Bantuan senilai ratusan juta itu dikucurkan dari anggaran APBN maupun APBD. Di antara sasarannya menyentuh SLB Putra Daerah Pucuk, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto.
Kasi SMA PKLK Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Jawa Timur Wilayah Kabupaten dan Kota Mojokerto Imron Rosadi mengungkapkan, lembaga tersebut masuk dalam tujuh sekolah yang menjadi sasaran program rehabilitasi dan revitalisasi dari Pemprov Jatim.
’’Dukungan anggarannya dari pemerintah pusat maupun daerah, menggunakan APBN dan APBD. Total anggaran yang dialokasikan mencapai sekitar Rp 130 miliar. Khusus untuk yang di Mojokerto, alokasinya kemarin Rp 223 juta,’’ katanya, kemarin (7/1).
Fokus revitalisasi tersebut, lanjutnya, menyentuh rehabilitasi dan pembangunan ruang belajar serta peningkatan sarana pendukung SLB. Seperti ruang administrasi lembaga. ’’Targetnya selesai pengerjaan hingga akhir Desember 2025, baru diresmikan 2 Januari kemarin,’’ bebernya. Imron menuturkan, revitalisasi tersebut juga diharapkan mencakup penguatan fasilitas vokasi, peningkatan aksesibilitas sekolah, hingga perbaikan infrastruktur dasar.
Di sisi lain, juga untuk menekankan pentingnya layanan utama pendukung tumbuh kembang dan kemandirian siswa. ’’Fasilitas yang sudah dibangun harus dirawat secara optimal, agar layanan pembelajaran inklusi berjalan aman dan sesuai standar,’’ imbuh dia.
Realisasi rehabilitasi dan revitalisasi ini menjadi program Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) tahun 2025. Di mana, sebanyak 16.171 satuan pendidikan di seluruh Indonesia dengan alokasi anggaran sebesar Rp 16,9 triliun masuk dalam proyeksi perbaikan.
Dari jumlah tersebut terdapat 382 SLB tersebar di seluruh Indonesia dengan total anggaran mencapai Rp 526 miliar. ’’Kita berharap di tahun berikutnya SLB Mojokerto juga ada yang tersentuh program serupa dari pusat maupun provinsi,’’ tandasnya. (oce/ris)
Editor : Fendy Hermansyah