KABUPATEN - Kamis (18/12) menjadi momen istimewa sekaligus hari bahagia bagi warga SMA Negeri 1 Sooko. Sebab, di hari tersebut, lembaga pendidikan di Jalan Raya RA Basuni, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, ini merayakan acara puncak hari ulang tahun sekolah yang digelar pada setiap tahunnya.
Kali ini, SMA Negeri 1 Sooko merayakan hari ulang tahun ke-63. Kegiatan ini merupakan acara tahunan yang diselenggarakan OSIS SMA Negeri 1 Sooko dengan antusiasme dan menjalin kolaborasi yang apik. Di usia tersebut, SMAN 1 Sooko mengangkat tema Embrace the Glow, Let the Starlight Show dengan penamaan acara Harsasora 63.
Kepala SMAN 1 Sooko Sugeng Wibawa menyampaikan rasa bangga atas perjalanan sekolah selama 63 tahun. Tema yang diangkat oleh OSIS SMAN 1 Sooko ini bukan sekadar slogan, melainkan pilar utama pendidikan. ’’Kita ingin setiap lulusan tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat dan mampu berkontribusi positif di tengah masyarakat,” tegasnya.
Ia menambahkan, usia ke-63 adalah momentum untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas pendidikan. Sugeng juga menyoroti pentingnya peran guru dan siswa dalam mencapai prestasi bersama. ”Prestasi sekolah adalah hasil kolaborasi. Guru harus menjadi teladan karakter, sementara siswa harus aktif mengembangkan potensi mereka. Saya melihat semangat itu nyata dalam setiap kegiatan, terutama saat mereka menampilkan beragam rangkaian kegiatan dies natalis SMAN 1 Sooko tahun ini,” imbuh dia.
Di sisi lain, Sugeng menyebut, dies natalis ini juga menjadi wadah sekaligus ruang berkreasi bagi siswa. Sebab, seluruh rangkaian di-handle langsung oleh para siswa dengan didampingi guru. Mulai dari acara jalan sehat, khataman Alquran, isthighotsah, gotong royong membersihkan lingkungan sekolah, hingga beragam pentas seni dari musisi ternama.
’’Tujuan utama dari kegiatan ini adalah memberikan ruang bagi murid baru untuk mengekspresikan diri, mengenali potensi mereka, serta mempererat hubungan antarsiswa,’’ bebernya. Selain itu, kegiatan dies natalis ini juga dinilai sebagai proses dalam membangun kepercayaan diri dan keterlibatan aktif peserta didik berbaur dan mencintai sekolah mereka.
”Dies natalis bukan sekadar perayaan ulang tahun, melainkan momen refleksi atas perjalanan panjang sekolah ini dalam mencetak generasi penerus bangsa. Ini adalah saat untuk menghargai jasa para pendiri, guru, dan siswa yang telah berkontribusi dalam membesarkan sekolah ini,” tandasnya. (oce/ris)
Editor : Fendy Hermansyah