Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Program Makan Bergizi Gratis di Kota Mojokerto Mendadak Disetop

Indah Oceananda • Jumat, 19 Desember 2025 | 13:35 WIB

 

 

BATAL DIBAGIKAN: SMAN 2 Mojokerto menjadi salah satu penerima manfaat program MBG yang dikelola SPPG Wates, Kecamatan Magersari. Mulai kemarin (18/12), lembaga ini tidak mendapat jatah lagi dari unit
BATAL DIBAGIKAN: SMAN 2 Mojokerto menjadi salah satu penerima manfaat program MBG yang dikelola SPPG Wates, Kecamatan Magersari. Mulai kemarin (18/12), lembaga ini tidak mendapat jatah lagi dari unit
 

KOTA - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Wates, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto, yang sempat menjadi percontohan program makan bergizi gratis (MBG) pertama di Kota Mojokerto menghentikan sementara operasionalnya sejak Kamis (18/12). Mandeknya operasional dapur ini diduga lantaran belum cairnya anggaran dari Badan Gizi Nasional (BGN).

Belakangan, SPPG Wates sendiri menjadi penyedia utama makanan bagi sembilan lembaga pendidikan, mulai dari jenjang TK, SD, SMP, hingga SMA dan SMK. Akibat belum cairnya dana operasional tersebut, dapur ini terpaksa menghentikan aktivitas produksi dan distribusi. Sehingga 3.247 siswa penerima manfaat kini harus kehilangan jatah MBG mereka.

Di antaranya terjadi di SMAN 2 Mojokerto, kemarin (18/12). ’’Iya mulai mandek hari ini (kemarin, Red). Tadi malam kita dapat pemberitahuan langsung dari BGN Kota, kalau per hari ini tidak dapat MBG lagi,’’ kata Waka Kesiswaan SMAN 2 Mojokerto Shyndu Utomo.

Ia menuturkan, berdasarkan informasi dari BGN, mandeknya operasional MBG disebabkan karena dana dari pusat belum cair. Padahal, Rabu (17/12) lalu, pihak BGN sempat meminta data jumlah siswa SMAN 2 Mojokerto sebagai penerima manfaat MBG yang sedianya dikemas dalam bentuk snack.

’’Kemarin sempat didata, karena anak-anak juga mau terima rapor jadi pulang cepat. Sehingga kita sarankan agar dikemas bentuk snack saja agar bisa dibawa pulang, tapi akhirnya nggak jadi, karena hari ini (kemarin, Red) distribusinya disetop,’’ imbuh Shyndu.

Sementara itu, pemberhentian operasional MBG juga terjadi di SDN Wates 3 dan Wates 6. Ketua Gugus Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kelurahan Wates Reny Novita Sari mengungkapkan, mandeknya distribusi MBG tersebut mulai Kamis (18/12). ’’Kami diberitahu lewat BGN, kalau dana dari pusat belum ada, sehingga operasionalnya harus mandek sementara,’’ jelas Kepala SDN Wates 6 ini. 

Kendati demikian, pihaknya belum mengetahui kapan distribusi MBG akan kembali berjalan normal. Sebab, hingga saat ini belum ada pemberitahuan lebih lanjut dari pihak SPPG maupun BGN. ’’Belum tahu kapan mulai normal lagi. Kami juga menunggu info, semoga bisa segera normal saat siswa sudah masuk nanti,’’ tambah Kepala SDN Wates 3 Sri Admini.

Ia menambahkan, biasanya selama libur semester siswa tetap mendapat jatah MBG dari SPPG terkait. Mekanisme pendistribusiannya dititipkan kepada pihak sekolah, lalu para siswa mengambil jatah masing-masing ke sekolah. ”Biasanya tetap dapat MBG kalau libur semester, karena libur semester kemarin (masih) dapat soalnya. Tapi, banyak anak-anak yang keluar kota, jadinya banyak yang nggak ambil,” beberanya.

Terpisah, Kepala Dapur SPPG Wates Devi Anggraeni membenarkan mandeknya operasional MBG yang dikelolanya. Pihaknya menyebut, berhentinya distribusi MBG itu dikarenakan jelang liburan semester ganjil.

’’Iya (mandek, Red), karena mau libur semester,’’ bebernya. Namun, ia membantah operasional MBG disetop sementara waktu lantaran belum cairnya anggaran dari pusat. Devi memastikan, distribusi MBG bakal kembali normal saat siswa masuk sekolah 5 Januari 2026 nanti. ’’Akan dilanjut lagi nanti setelah liburan,’’ pungkasnya.

Ia membantah operasional MBG disetop sementara waktu lantaran belum cairnya anggaran dari pusat. Namun, pihaknya memastikan, distribusi MBG bakal kembali normal pada saat siswa masuk sekolah nanti. ’’Akan dilanjut lagi nanti setelah liburan,’’ kilahnya.

Sementara itu, Kabid Pendidikan Sekolah Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Mojokerto Muntamah mengaku tidak mengetahui adanya penghentian program MBG dari SPPG Wates ke sekolah. Bahkan, dirinya memilih untuk tidak berkomentar panjang perihal kondisi tersebut. ”Langsung ke SPPG saja nggih, saya tidak ada informasi apa pun dari sekolah,” paparnya. (oce/ris)

 

Editor : Fendy Hermansyah
#MBG mandek #program mbg #mbg kota mojokerto #mbg mojokerto