Usai pembagian seragam gratis kepada siswa SD dan SMP, Gus Bupati juga menilik pemanfaatan smart board dan IFP di satuan pendidikan. Ia juga berkesempatan berbincang langsung dengan guru dan siswa di salah satu kelas dalam sesi kunjungan ke SDN Banjaragung 1, dan SMPN 1 Sooko.
”Saya melihat pembelajaran interaktif dan mengasyikkan dari smart board ini. Anak-anak juga merasa senang dan menyenangkan, serta lebih memudahkan dalam menerima pelajaran,” katanya.
Di sisi lain, Gus Bupati menyatakan, digitalisasi pembelajaran di Kabupaten Mojokerto terus berkembang melalui distribusi perangkat digital dan penguatan kapasitas pendidik. Sehingga diharapkan dari pemanfaatan IFP pada lembaga pendidikan ini dapat menambah semangat baru dalam kegiatan belajar mengajar siswa maupun guru. ”Mudah-mudahan ini menjadi bagian dari upaya kita mewujudkan pendidikan yang bermutu untuk semua,” imbuhnya.
Plt Kepala Dispendik Kabupaten Mojokerto Yo'ie Afrida Soesetyo Djati menambahkan, sebanyak 540 lembaga telah menerima bantuan IFP. Antara lain, di jenjang SD 120 lembaga, dan SMP 420 satuan pendidikan. ”Bantuan pemerintah pusat untuk IFP semua lembaga SD-SMP negeri dan swasta semuanya dapat,” jelasnya.
Ia memastikan, bantuan tersebut sudah tepat sasaran. Sebab, digitalisasi ini menyentuh seluruh sekolah secara bertahap. ”Kami juga sudah melakukan monitoring terhadap penerimaan dan pemanfaatan IFP di sekolah-sekolah. Hasilnya, perangkat diterima sekolah dalam kondisi baik dan telah digunakan untuk menguatkan pembelajaran mendalam yang interaktif dan menyenangkan,” pungkasnya. (oce/ris)
Editor : Fendy Hermansyah