INOVASI teknologi di madrasah seiring perkembangan era digital yang begitu pesat, terus berkembang. Salah satunya yang diterapkan di Madrasah Aliyah (MA) Mamba’ul Ihsan Kota Mojokerto, yang menerapkan kartu absensi kehadiran berbasis digital scan barcode bagi seluruh siswa.
Kepala MA Mamba’ul Ihsan Anik Rodhiani mengatakan, penerapan sistem absensi digital ini merupakan bagian dari upaya madrasah untuk mengadopsi teknologi dalam berbagai aspek, termasuk administrasi dan manajemen madrasah. Sistem absensi digital ini memungkinkan guru untuk melakukan pengecekan kehadiran siswa secara langsung melalui perangkat komputer atau smartphone. ’’Setiap siswa akan menggunakan kartu identitas elektronik yang dapat dipindai melalui mesin absensi yang terhubung ke sistem,’’ katanya.
Selain itu, orang tua siswa juga dapat memantau kehadiran anak mereka melalui aplikasi yang disediakan oleh madrasah. Sebab, absensi digital siswa ini terhubung dengan notifikasi WhatsApp orang tua siswa. ’’Di MA Mamba’ul Ihsan, 80 persen siswa mukim atau mondok. Jadi orang tuanya bisa tahu hari ini anaknya masuk sekolah atau tidak. Begitu pun bagi siswa nonmukim,’’ paparnya.
Adapun, uji coba penerapan absensi ini telah dipantau oleh tim MA Mamba’ul Ihsan selama sebulan. Dengan demikian, MA Mamba’ul Ihsan membuktikan komitmennya sebagai madrasah yang unggul, disiplin, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi dengan adanya inovasi e-presensi tersebut. ’’Selain modern dan praktis, sistem ini diharapkan mampu menumbuhkan budaya disiplin, memperkuat tata kelola administrasi, serta meningkatkan keterlibatan orang tua dalam mengawasi putra-putrinya di sekolah,’’ ulasnya.
Di samping itu, MA Mamba’ul Ihsan kini juga telah membuka sistem penerimaan murid baru tahun ajaran 2026/2027. Baik di jalur inden, prestasi, maupun reguler. ’’Kami juga membuka jalur pendaftaran gratis bagi anak yatim yang mau bermukim atau mondok dengan syarat dan ketentuan yang berlaku,’’ tandasnya. (oce/fen)
Editor : Hendra Junaedi