MENGEMBANGKAN kemampuan berpikir siswa menjadi salah satu prinsip yang konsisten dilakukan Nunuk Emi Siswati, S.Pd. Selama lebih dari 28 tahun mengajar di SMPN 1 Gedeg, beragam terobosan pembelajaran diterapkan.
Di antaranya, melalui pembelajaran mendalam atau deep learning. Guru mata pelajaran matematika ini menilai deep learning efektif membuat para anak didik mampu mengembangkan keterampilan berpikir kritis, kreatif serta inovatif. Dalam matematika, Nunuk menerapkan pendekatan ini untuk memahami konsep di luar hafalan rumus dengan mengaitkannya pada kehidupan nyata. ’’Semisal penerapan dalam kelas sistem persamaan linier, yaitu perencanaan bisnis dengan menentukan harga jual (produk) agar tidak rugi,’’ jelas guru sekaligus Waka Kesiswaan SMPN 1 Gedeg ini.
Pendekatan pembelajaran ini dianggap penting lantaran menekankan suasana dan proses belajar berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan bagi siswa secara holistik dan terpadu. ’’Sesuai dengan tujuan saya menjadi pengajar yaitu untuk menjadikan siswa berkarakter dan bertanggungjawab,’’ ungkap Nunuk.
Baik secara langsung maupun tidak, berkat tangan dinginnya SMPN 1 Gedeg bekalangan ini panen prestasi. Salah satunya, anak didiknya mampu menyabet Juara 1 Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) Bulutangkis. Meski begitu, bukan berarti penerapan deep learning di dunia pendidikan tanpa kendala. Menurut Nunuk, tak sedikit guru saat ini yang belum terbiasa dengan pendekatan pembelajaran satu ini.
Namun dengan secara bertahap, lanjutnya, para pendidik akan mampu mengimplementasikan deep learning lewat pelatihan dan bimtek. ’’Harapannya agar dunia pendidikan saat ini menjadi lingkungan belajar yang inklusif dan inovatif bagi seluruh anak,’’ imbuhnya. (vad/fen)
Editor : Hendra Junaedi