Di SMP Islam Al Akbar, rasanya sudah tak asing lagi dengan Sistem Informasi Perkembangan Akademik Murid Al-Akbar (SIPAMA). Dalam SIPAMA ini, Kepala SMPI Al Akbar Mohamad Solikin mempunyai inovasi unik. Yakni, melalui program Penguatan Sinergi Kemitraan Belajar (Si Kembar). Inovasi tersebut diciptakannya untuk memperkuat iklim keamanan sekolah. Sehingga, terbentuk lingkungan belajar yang positif yang mendukung pembelajaran mendalam.
Menurutnya, ketika sekolah mulai menjalin kemitraan dengan orang tua dalam proses pembelajaran yang lebih mendalam, maka dua hal positif akan terjadi. ’’Pertama, orang tua akan merasa terlibat dan senang melihat perkembangan serta kedalaman pembelajaran anak mereka. Kedua, mereka akan termotivasi untuk berkontribusi dalam pengalaman belajar buah hatinya,’’ katanya.
Sistem poin pelanggaran pada Si Kembar dirancang untuk memonitor perilaku dan kedisiplinan murid. Di mana, metode tersebut terintegrasi ke dalam SIPAMA. ’’Guru dapat langsung mencatat semua jenis dan jumlah pelanggaran yang dilakukan murid. Sementara orang tua dan murid sendiri bisa memantau poin secara transparan melalui akun masing-masing,’’ papar perwakilan Kabupaten Mojokerto di GTK Transformatif Tingkat Provinsi Jawa Timur tahun 2025 ini.
Dia menjelaskan, setiap pelanggaran akan tercatat jumlah poinnya dan akan terakumulasi jumlahnya dengan pelanggaran sebelumnya. Besar kecilnya pelanggaran tergantung jenis pelanggaran yang dilakukan, yaitu murid melakukan pelanggaran ringan, sedang atau berat. ’’Pengelolaan poin pelanggaran ini terintegrasi tata tertib sekolah yang menjadi bagian syarat kenaikan kelas. Sehingga, memberikan efek jera sekaligus motivasi bagi para murid untuk berperilaku positif,’’ imbuh peraih guru favorit di event Ruang Guru tahun 2024 ini.
Melalui Si Kembar, keterlibatan orang tua tidak sekedar menerima laporan setiap semester. Melainkan juga dapat menerima laporan setiap waktu, sehingga saling bersinergi dengan sekolah untuk keberhasilan pendidikan murid. ’’Dengan diterapkannya sistem poin pelanggaran ini, menjadi langkah strategis untuk mewujudkan lingkungan sekolah aman, inklusif, dan mampu mendukung perkembangan karakter positif murid secara menyeluruh,’’ tandasnya. (oce/ris)
Editor : Hendra Junaedi