MENGUBAH pandangan matematika sebagai mata pelajaran yang sulit menjadi pelajaran yang menyenangan didambakan Yasto Utomo, guru SDN Kunjorowesi 2, Kecamatan Ngoro. Tidak hanya bagi siswa, guru kelas VI ini juga mengajak guru lainnya, khususnya TK dan SD untuk ikut mengampanyekan pembelajaran matekmatika yang kontekstual dan bermakna bagi siswa.
Yakni melalui pendekatan Gembira (Gali, Eksplorasi, Muat, Buat, Ikuti, Rayakan, Akhiri) yang ia cetuskan saat melaksanakan pendampingan On The Job Training (OJT) dalam kapasitasnya sebagai fasilitator nasional sejak ditunjuk awal tahun 2025 kemarin. ’’Guru kami ajak untuk menghadirkan pembelajaran matematika yang menyenangkan, kontekstual, dan bermakna bagi siswa,’’ ujar warga Desa Purworejo, Pungging ini.
Dalam praktiknya, ia mencontohkan alur pembelajaran matematika gembira itu dengan menggunakan benda-benda nyata yang ada di sekeliling siswa. Khususnya siswa TK serta SD kelas I dan II yang masih kental dengan dunia bermain. Sehingga guru perlu mengikuti dunia bermain mereka dengan tetap menggali dan mengeksplorasi potensi mereka di setiap pembelajaran. ’’Matematika bagi anak TK dan SD harus kontekstualkan dalam dunia bermain mereka yang nyata,’’ tambah pria kelahiran 6 April 1977 ini.
Dengan pendekatan ini, Yasto turut berperan dalam mendukung program Gerakan Numerasi Nasional (GNN). Yakni usaha membangkitkan kecintaan anak-anak terhadap matematika. Serta untuk memperkuat kompetensi guru agar mampu menumbuhkan pola pikir numerasi di kelas. ’’Numerasi adalah akar dari berbagai ilmu,’’ tambahnya.
Yasto ditunjuk sebagai guru fasilitator nasional di empat daerah, yakni Kabupaten dan Kota Mojokerto, Jombang, Nganjuk, Kota Kediri serta Madiun. Dalam tugasnya, ia ikut menemani fasilitator daerah dalam berbagai pelatihan bagi guru-guru di daerah. Sebelumnya ia merupakan koordinator guru penggerak Kabupaten Mojokerto. (far/fen)
Editor : Hendra Junaedi