Menjadi seorang pendidik membuat Dian Novarina,S.Pd, SD, mempunyai tanggung jawab moral dalam setiap kegiatan pembajaran yang digelar. Melalui pembelajaran berbasis proyek dan berbasis masalah, guru kelas VI di SDN Jetis 1 ini berharap dapat menumbuhkan kerja sama, aktif, dan kreatif bagi para siswa.
Dian Novarina mengungkapkan, dalam setiap pembelajaran ada sejumlah strategis yang selalu diterapkan. Di antaranya metode pembelajaran berbasis proyek atau project base learning dan berbasis masalah atau problem base learning. Termasuk, penggunaan media digital interaktif. ’’Sehingga anak-anak di kelas mampu meningkatkan kerja sama, tanggung jawab di kelas,’’ ungkapnya.
Melalui model pembelajaran tersebut, para peserta didik juga mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis, kreatif, mandiri dalam pemecahan masalah. Praksis, model tersebut belakangan cukup membuahkan hasil dan mudah diterima bagi peserta didik. ’’Hasilnya, strategi itu sangat efektif, anak-anak menjadi aktif, dan kreatif. Anak-anak juga jadi lebih berani mengemukakan pendapat di depan kelas,’’ paparnya.
Dengan demikian, pembelajaran di kelas dibuat menyenangkan, melalui media pembelajaran yang menarik. Tak sekadar itu, sebagai guru, Dian Novarina juga meningkatkan kemampuan literasi dengan menulis buku. Setidaknya ada empat karya buku antologi yang berhasil dituntaskan. Masing-masing berjudul Sang Guru, Tilase Kaweruh Netese Rasa, Akar Serumpun Anyaman Rasa, dan Pena-Pena Cinta. ’’Karya buku ini juga menjadi wujud nyata peningkatan mutu atau profesionalisme guru, sarana berbagi ilmu dan pengalaman, serta meningkatkan reputasi dan kredibilitas,’’ pungkasnya. (ori/ris)
Editor : Hendra Junaedi