Tes Kemampuan Akademik Nonformal
KABUPATEN - Partisipasi peserta dalam Tes Kemampuan Akademik Nonformal (TKA) di pendidikan nonformal masih jauh di bawah harapan. Sebab, tak semua siswa dari Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) dan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) bersedia mengikuti tes pengganti ujian nasional (UN).
Kepala UPT SKB Gedeg Hatta Mustofa mengatakan, antusiasme murid dari satuan pendidikan nonformal untuk mendaftar TKA masih kurang. Dari total 77 siswa paket C atau setara SMA di SKB yang kini tengah menempuh pembelajaran akhir, hanya 60 siswa yang bersedia mendaftar. ’’Sisanya memilih tidak ikut, karena imbauannya tidak wajib,’’ katanya.
Hal yang sama juga terjadi di PKBM. Dengan total rata-rata warga belajar yang mencapai jumlah sekitar 20-30 orang, namun partisipasinya tidak mencapai setengah dari jumlahnya. ’’Yang di PKBM justru lebih sedikit lagi, hanya dua atau lima orang yang ikut,’’ papar dia.
Hatta menuturkan, minimnya kepesertaan TKA di lembaga pendidikan nonformal, ditengarai dari kurangnya motivasi siswa nonformal mengikuti tes tersebut. Ditambah lagi, imbauan dari Kemendikdasmen, pelaksanaan TKA ini tidak wajib diikuti semua siswa. ’’Karena sifatnya tidak wajib itu, akhirnya banyak yang memilih tidak ikut,’’ imbuhnya.
Kendati demikian, pihaknya menyebut karena pelaksanaan TKA tahun ini masih perdana, sehingga bisa dijadikan untuk evaluasi kedepannya. ’’Jadi gambaran kami untuk lebih sosialisasi ke warga belajar terkait pentingnya keikutsertaan TKA ini,’’ beber dia.
Untuk di lembaga nonformal, sambung Hatta, teknis pelaksanaannya sama dengan di lembaga pendidikan formal. Dimana, untuk jenjang paket C atau setara SMA mengujikan lima mata pelajaran. ’’Tiga di antaranya mata pelajaran wajib, dua pilihan. Karena di SKB ini jurusannya IPS, jadi warga belajar kita arahkan memilih sesuai studi yang mereka minati,’’ tandasnya. Adapun, pelaksanaan TKA akan digelar pada awal November nanti. (oce/fen)
Editor : Hendra Junaedi