Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Strategi Pembentukan Jiwa Kewirausahaan Santri melalui Program Kopontren Nurul Islam 2 Mojokerto

Fendy Hermansyah • Jumat, 17 Oktober 2025 | 15:25 WIB
Oleh: Arga Aswanda Praptama, Andra Pradika Untara dan Mulyana Antono*)
Oleh: Arga Aswanda Praptama, Andra Pradika Untara dan Mulyana Antono*)

PERKEMBANGAN pondok pesantren dapat menjadi acuhan bagaimana dalam mengelola pemasukan dengan cara menghidupkan peluang usaha yang berpotensi sebagai kemandirian ekonomi yang dapat memberikan proses ajang pembelajaran santri dalam melakukan pertumbuhan ekonomi kreatif. Dengan pola pengelolaan kopontren sebagai manajemen dalam menghudupkan dan mengembangkan kopontren.

Pengembangan keterampilan ekonomi santri dapat melakukan perencanaan peluang kerja sama dengan berbagai pihak. Bagian dari aktivitas kewirausahaan seperti kopontren melakukan kerja sama dengan perusahaan. Dengan itu, para santri akan menjadi subjek mencetak generasi perubahan dalam pembangunan, memiliki motivasi diri untuk berwirausaha secara mandiri, sehingga mampu menciptakan lapangan usaha di masyarakat kelak.

Banyak pondok pesantren di Indonesia yang unggul dan memiliki jumlah santri yang besar seperti halnya Pondok Pesantren Nurul Islam Kabupaten Mojokerto. Pendiri dan Pengasuh Yayasan Pondok Pesantren Nurul Islam Pungging Mojokerto Jawa Timur adalah Dr. KH. Ahmad Siddiq SE, MM. Pesantren Nurul Islam 2 berawal memiliki beberapa tempat kopontren yang menjadi kebutuhan para santri, diantaranya 4 kopontren santri dan 2 kopontren santriwati setelah adanya perkembangan dan kebutuhan kopontren maka pada awal tahan 2025 terdapat pembaruan dalam penataan ruang dan fungsi maka terdapat penambahan 6 kopontren baru plus Nuris Grafika dengan  2 kompontren lama putra dialihkan pada bangunan baru, dengan mengunakan regulasi operasional lebih optimal, maka diperlukan manajemen untuk mengelola perekonomian secara mandiri sebagai pendidikan terapan yang cukup signifikan.

Pengembangan karakter jiwa sosial dan keterampilan ekonomi santri dapat melakukan perencanaan peluang kerja sama dengan berbagai pihak. Bagian dari aktivitas kewirausahaan seperti kopontren Nurul Islam 2 melakukan kerja sama dengan perusahaan ternama minuman Pocari Sweat dan ice cream Campina. Dengan itu para santri akan menjadi subjek mencetak generasi perubahan dalam pembangunan, motivasi diri untuk berwirausaha secara mandiri.

Dalam pengelolaan kopontren Nurul Islam 2 memiliki kemandirian yang baik dengan kopontren sebagai pihak ke dua untuk menjual dan memasarkan produk sedangkan supplyer adalah pihak pertama yang memproduksi makanan dan minuman sesuai minat dan kebutuhan santri, maka akan terciptanya kerja sama yang saling menguntungkan atas bagi hasil dengan perbandingan 80 persen supplyer dan 20 persen kopontren. Kemampuan dan semangat yang tinggi menjadi strategi pembentukan jiwa kewirausahaan dalam melakukan aktivitas perekonomian secara internal dan eksternal sebagai bentuk pendidikan berupa inkubator wirausaha. (*)

*) Siswa 12 Social Class MA Nurul Islam Mojokerto di bawah bimbingan M. Nuril Misbach, M.E.S.I

 

Editor : Hendra Junaedi
#jiwa kewirausahaan santri #strategi #kopontren #nurul islam #opini