Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Siswa Minim, Empat SMA-LB Tak Ikut TKA

Indah Oceananda • Kamis, 16 Oktober 2025 | 15:00 WIB
PERLU KESIAPAN: Suasana pembelajaran di SLBN Seduri, Kecamatan Mojosari. Tahun ini, jenjang SMA-LB juga akan melaksanakan TKA yang menjadi pengganti ujian nasional (UN).
PERLU KESIAPAN: Suasana pembelajaran di SLBN Seduri, Kecamatan Mojosari. Tahun ini, jenjang SMA-LB juga akan melaksanakan TKA yang menjadi pengganti ujian nasional (UN).

MOJOKERTO RAYA - Siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) juga akan mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA) pada November 2025. Namun, tidak semua anak berkebutuhan khusus (ABK) dapat ikut serta dalam pelaksanaan tes kompetensi tersebut, khususnya yang memiliki hambatan intelektual.

Berdasarkan data Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Jawa Timur Wilayah Kabupaten-Kota Mojokerto, dari total 48 lembaga SLB negeri maupun swasta, empat diantaranya memutuskan tidak ikut TKA. Kendati demikian, keikutsertaan siswa dalam pelaksanaan tes tersebut dinilai sudah tinggi. ’’Untuk keikutsertaan terbilang sudah tinggi, meskipun memang masih ada empat lembaga yang tidak ikut,’’ kata Kasi SMA PKLK Cabdindik Jawa Timur Wilayah Kabupaten-Kota Mojokerto Imron Rosadi.

Dia menambahkan, ada beragam penyebab empat SMA-LB tersebut tidak mengikuti TKA. Antara lain, jumlah siswa kelas XII minim dan tidak ingin melanjutkan ke perguruan tinggi. ’’Ada satu sekolah yang tidak ada siswa kelas XII-nya. Tiga lainnya tidak ikut karena jumlah siswa sedikit, memilih tidak lanjut ke pendidikan tinggi dan ada yang mengabdi di pondok,’’ ulas dia.

Yang jelas, Kemendikdasmen telah menetapkan syarat umum untuk siswa yang ingin daftar TKA, baik untuk siswa dari sekolah formal, nonformal dan informal. ’’Karena sifatnya tidak wajib, jadi kita tidak bisa memaksa. Namun tetap sudah kita imbau sebelumnya agar ikut pelaksanaan,’’ urainya.

Di sisi lain, pelaksanaan TKA di satuan pendidikan khusus tidak berbeda dengan sekolah pada umumnya. Hanya saja, akan ada sejumlah penyesuaian, mengingat siswa SLB memiliki jenis hambatan yang berbeda. ’’Tidak ada yang membedakan, karena TKA tetap mengunakan komputer. Hanya jenis soal kemungkinan beda,’’ terangnya.

Begitu juga dengan mata pelajaran (mapel) yang akan diujikan juga sama yakni Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris, dan mapel pilihan. Di samping itu, pelaksanaan TKA di jenjang SLB diakuinya memiliki tantangan tersendiri, baik dari sisi kesiapan maupun kebutuhan khusus yang harus diperhatikan. ’’Sehingga kedepannya perlu pendekatan dan koordinasi lebih lanjut agar partisipasi siswa SLB untuk TKA dapat mencapai 100 persen,’’ pungkas dia. (oce/fen)

Editor : Hendra Junaedi
#cabdindik jatim #anak berkebutuhan khusus (ABK) #SMA LB #sekolah luar biasa (slb) #Tes Kemampuan Akademik