Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Rusak Berat, Ruang Kelas dan Guru di Sekolah Dasar Kabupaten Mojokerto Direvitalisasi

Khudori Aliandu • Senin, 29 September 2025 | 15:50 WIB

DIPERBAIKI: SDN Parengan 1, Kecamatan Jetis, menjadi menjadi salah satu prioritas program revitalisasi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), kemarin (28/9).
DIPERBAIKI: SDN Parengan 1, Kecamatan Jetis, menjadi menjadi salah satu prioritas program revitalisasi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), kemarin (28/9).
 

SDN Parengan Dapat Bantuan dari Kemendikdasmen Senilai Rp 710 Juta

 KABUPATEN – SDN Parengan 1, Kecamatan Jetis, mendapat suntikan bantuan pembangunan senilai Rp 710 juta. Anggaran bersumber dari APBN tersebut untuk program perbaikan enam ruang kelas dan ruang guru yang konstruksinya sudah lapuk akibat termakan usia.

 Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Mojokerto Ludfi Ariyono mengatakan, perbaikan sarana kegiatan belajar mengajar (KBM) di SDN Parengan 1 tahun ini memang menjadi salah satu prioritas. Tidak tanggung-tanggung, dengan bantuan anggaran Rp 710 juta dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), perbaikan akan menyasar enam ruang kelas dan guru. ’’Anggaran Rp 710 juta dari APBN ini untuk revitalisasi ruang kelas dan guru, termasuk, fasilitas lainnya yang ada di SDN Parengan 1,’’ ungkapnya, kemarin. 

Menurutnya, selain membangun kelas baru, sebagian besar program revitalisasi juga menyentuh konstruksi atap dan lantai yang kondisinya memprihatinkan. Pantauan di lokasi, konstruksi atap yang sebelumnya memanfaatkan kayu, kini kondisinya memang sudah rapuh akibat termakan usia. Konstruksi tembok juga sudah rusak akibat puluhan tahun tidak pernah dilakukan perbaikan. ’’Melihat kondisi fasilitas sekolah yang mengalami kerusakan parah itu, akhirnya tahun ini menjadi prioritas kami untuk dilakukan perbaikan,’’ tegasnya. 

Tahap pengerjaan rehabilitasi bangunan ditarget tuntas dalam 120 hari kalender atau empat bulan. Dimulai pada 20 Agustus hingga 18 Desember mendatang. Ludfi menegaskan, progres pembangunan setiap minggunya menunjukkan perkembangan cukup signifikan. Untuk menjamin kekuatan kualitas bangunan, konstruksi atap secara menyeluruh diganti dengan baja dan galvalum. Sehingga, sebagai penyesuaian dinding setiap ruangan ditinggikan agar bangunan lebih kokoh. ’’Untuk memperkuat struktur bangunan, sebagai penopangnya juga kita cor. Dengan fasilitas yang layak, harapan kami kegiatan pembelajaran semakin optimal. Jadi warga sekolah, baik siswa atau guru bisa lebih tenang dan aman saat mengikuti KBM,’’ jelasnya.

 Sebagaimana komitmen Bupati Muhamamd Albarraa, terang Ludfi, pembangunan itu tak sekadar pada infrastruktur jalan, melainkan fasilitas pendidikan juga tidak kalah penting. Di samping untuk memastikan rasa aman, sekaligus menjadi penentu peningkatan sumber daya manusia (SDM) ke depan menuju generasi emas 2045. ’’SDM ini bagian dari investasi generasi penerus kita ke depan,’’ tandasnya. (ori/ris)

 

 

Editor : Hendra Junaedi
#rehabilitasi sekolah #bantuan pembangunan #dispendik kabupaten mojokerto #SDN Parengan 1 #jetis mojokerto