Tiga Kelas SDN Gunungan Direhab, Kucurkan Anggaran Rp 757 Juta
KABUPATEN - Pemkab Mojokerto gerak cepat dalam penanganan ruang kelas yang ambruk di SDN Gunungan, Kecamatan Dawarblandong. Tak tanggung-tanggung, melalui APBD 2025, pemda kucurkan anggaran Rp 757,6 juta untuk perbaikan tiga ruangan kelas dan satu UKS sebagai komitmen pastikan pembelajaran aman dan nyaman.
Sebagai monitoring, Kamis (18/9), Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa turun ke lokasi didampingi Kepala Dinas Pendidikan Ludfi Ariyono. ’’Kami ingin memastikan proses belajar mengajar anak-anak berjalan baik. Oleh karena itu, kami melakukan renovasi dan pembangunan ruang kelas di SDN Gunungan ini agar proses belajar mengajarnya lancar,’’ ungkap Gus Barra.
Menurutnya, perbaikan yang dilakukan saat ini menjadi komitmen Pemkab Mojokerto memberikan rasa aman dan nyaman kepada warga lingkungan sekolah. Apalagi, kondisi existing sebelumnya tiga ruang kelas yang menjadi sasaran rehabilitasi pernah ambruk akibat termakan usia, meliputi kelas 1A, 2A dan UKS. Sehingga untuk sementara para siswa harus dipindahkan ke lokasi lain di tengah pembanguan berlangsung. ’’Melalui perbaikan ini pemerintah ingin memastikan pembangunan itu tidak hanya infrastruktur jalan saja, tetapi fasilitas pendidikan juga harus mendapatkan perhatian juga,’’ tandasnya.
Tak tanggung-tanggung, melalui APBD 2025, Pemkab Mojokerto kucurkan anggaran Rp 757,6 juta untuk perbaikan tiga ruangan kelas dan satu UKS di SDN Gunungan. ’’Rehabilitasi dilakukan menyeluruh dari atap sampai lantai dengan konstruksi baja dari sebelumnya kayu. Selain agar lebih kuat, juga tahan rayap dan tidak mudah lapuk,’’ paparnya.
Sebab, hemat Gus Bupati, selain menjadi kebutuhan dasar masyarakat, fasilitas pendidikan juga menjadi tempat menggembleng generasi penerus bangsa menuju Indonesia emas 2045. Sehingga, lingkungan sekolah yang aman dan nyaman tidak bisa ditawar lagi untuk peningkatan mutu pendidikan di Bumi Majapahit. ’’Apalagi ini kaitannya dengan generasi penerus, jadi pembangunan itu harus komprehensif. Termasuk, pembangunan sumber daya manusia juga harus di perhatikan,’’ tambah Gus Barra menegaskan.
Monitoring juga dilakukan di SDN Pucuk 1 yang digelontor Rp 633,4 juta. Hasil pemantauan di lapangan Gus Barra meyakini pengerjaan juga bisa tuntas tepat waktu agar ruang kelas maupun ruang UKS bisa segera dimanfaatkan untuk peserta didik. ’’Insya Allah, proyek ini ditargetkan selesai pada Desember mendatang. Proyek pembangunan ini prinsipnya ditujukan untuk kelancaran proses belajar mengajar anak-anak kita di sini. Semoga bermanfaat bagi peserta didik,’’ bebernya. (ori/fen)
Editor : Hendra Junaedi