Sementara itu, di Kabupaten Mojokerto program MBG sudah menyentuh di 283 sekolah. Pemkab menanti dukungan dari pemerintah pusat untuk terus meningkatkan pencapaian realisasi program prioritas Presiden Prabowo tersebut.
Hingga kemarin (18/9), tercatat 22.453 siswa yang sudah terjangkau program MBG. Mulai dari jenjang KB, PAUD, TK, SD hingga SMP. Ratusan lembaga ini mendapat suplai makan gratis dari 13 dapur SPPG yang tersebar di enam kecamatan. Meliputi, Kecamatan Puri, Ngoro, Mojosari, Trowulan, Pacet, dan Bangsal.
’’Hanya saja, saat ini masih terbatas, karena belum banyak SPPG yang berdiri di Kabupaten Mojokerto,’’ kata Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Mojokerto Ludfi Ariyono. Ia menuturkan, pelaksanaan program MBG sepenuhnya bergantung pada dukungan anggaran dari pemerintah pusat. Demikian pula pengoperasian SPPG yang menjadi ranah Badan Gizi Nasional (BGN). ’’Jadi, masih akan terus diperluas sampai semuanya dapat,’’ ulas dia.
Terkait pelaksanaan MBG sejauh ini, ia menyatakan, belum ada laporan keluhan dari sekolah penerima program. Hal ini menunjukkan implementasi program di Kabupaten Mojokerto relatif berjalan lancar. ”Sejauh ini belum ada keluhan dari sekolah-sekolah yang sudah menerima MBG. Harapan kami program strategis nasional ini dapat berjalan dengan lancar,” tandasnya. (oce/ris)
Editor : Hendra Junaedi