Ratusan siswa SMKN 2 Mojokerto menjalani skrining kesehatan gratis, kemarin (15/9). Ini untuk mendeteksi sekaligus antisipasi masalah kesehatan sejak usia sekolah. Berlangsung hingga Kamis (18/9), pemeriksaan tersebut menyasar siswa kelas X dan XI dengan total sekitar 850 siswa.
Pemeriksaan dilakukan oleh tenaga kesehatan dari Puskesmas Mentikan ini meliputi 14 jenis tes. Seperti kebugaran fisik, status gizi, tekanan dan gula darah, pemeriksaan mata, telinga, gigi, kesehatan reproduksi, hingga skrining kesehatan jiwa. ’’Ini kegiatan rutin setiap tahun, pemeriksaan dasar untuk deteksi dini pada remaja terkait masalah kesehatan,’’ kata Kepala SMKN 2 Mojokerto Achmad Mukhlason.
Di samping pemeriksaan, remaja putri yang berisiko mengalami anemia, diberi tablet tambah darah. Sayangnya, pemeriksaan kali ini belum bisa menjangkau seluruh siswa. ’’Yang kelas XII tidak ikut pemeriksaan, karena masih praktik kerja industri. Tapi, kita agendakan untuk disasar skrining juga bulan depan nanti,’’ imbuhnya.
Tentunya, skrining ini diharapkan sebagai deteksi dini masalah kesehatan yang bisa segera ditangani. Misalnya, anemia, akan diarahkan untuk mendapatkan suplemen di puskesmas. Sedangkan skrining jiwa yang bermasalah akan ditindaklanjuti dengan layanan lanjutan. Menurutnya, kegiatan ini sangat membantu guru dalam memahami kondisi siswa, terutama dalam hal kesehatan penglihatan, kebersihan diri, dan status gizi.
’’Kami bisa menempatkan siswa dengan gangguan penglihatan di tempat duduk yang sesuai. Pemeriksaan ini juga membuka mata kami terhadap perhatian kesehatan anak,” ujarnya. Selain skrining kesehatan, siswa kelas X dan XI juga menjalani perekaman e-KTP. Tercatat, ada 163 siswa yang dinyatakan sudah layak memenuhi pembuatan kartu identitas penduduk. ’’Perekaman e-KTP untuk memudahkan mereka segera mendapatkan kartu identitas, apabila sudah layak dan memenuhi umur,’’ tandasnya. (oce/ris)
Editor : Hendra Junaedi