Direalisasi Bertahap, BGN Data Ulang Langsung ke Lembaga
KOTA - Program makan bergizi gratis (MBG) bagi madrasah di Kota Mojokerto terbilang masih cukup minim. Terbukti, hingga bulan ini saja baru empat dari 25 lembaga yang menerima manfaat progam.
Kasi Pendidikan Madrasah (Pendma) Kementerian Agama (Kemenag) Kota Mojokerto Pipin Sugiyanto mengungkapkan, memang sudah ada empat madrasah yang terjangkau MBG. Meliputi, MTs dan MA Mambaul Quran, MI Sunan Kalijaga, serta MI Hidayatulloh Plus. ’’Sudah ada empat madrasah yang dapat MBG, setelah laporan kemarin,’’ katanya, kemarin (11/9).
Pipin menuturkan, terdapat beberapa hal yang menyebabkan banyaknya madrasah belum mendapat manfaat progam MBG. Salah satunya karena setiap tingkatan madrasah memiliki aturan yang berbeda untuk pendistribusian MBG.
’’Ada yang memang satu yayasan langsung, akhirnya bisa cepat terdistribusi. Seperti di MTs dan MA Mambaul Quran. Ada juga yang karena satu yayasan berbeda lokasi lembaga, akhirnya belum merata,’’ terang dia.
Kendati demikian, sejak Januari lalu, Kemenag sudah mengirimkan total sasaran penerima MBG bagi madrasah di Kota Mojokerto. Terbaru, Badan Gizi Nasional (BGN) mulai mendata ulang jumlah sasaran tersebut. ’’Tapi, pendataan BGN langsung ke lembaganya. Tidak melalui Kemenag lagi,’’ imbuhnya.
Meski masih minim, namun ia memastikan seluruh madrasah bakal menerima manfaat dari program MBG ini. Sebab, madrasah yang belum terjangkau masih menunggu proses realisasi. ”Saat ini kita sedang menunggu kelanjutan dari pemerintah pusat. Tentu, kita minta agar semua madrasah yang belum tersentuh program ini agar bersabar terlebih dahulu,’’ tambahnya.
Dia berharap program tersebut dapat berjalan tepat sasaran dan memberi manfaat besar bagi peserta didik di lingkungan madrasah. (oce/ris)
Editor : Hendra Junaedi