Momentum Gebyar Lomba Kreativitas Anak dan Guru Tahun 2025, menguatkan komitmen Pemkab Mojokerto dalam mengawal pendidikan sejak usia dini. Sehingga pada kegiatan tersebut turut digelar deklarasi dukungan pelaksanaan program wajib belajar (wajar) 13 tahun.
Program wajar 13 tahun yang dicanangkan ini meliputi, satu tahun PAUD, enam tahun jenjang SD/MI, tiga tahun SMP/MTs, dan tiga tahun SMA/MA/SMK. Langkah tersebut sejalan dengan arah kebijakan nasional dalam menyiapkan generasi unggul, sehat, dan kompetitif.
’’Sebagaimana yang kita ketahui, pendidikan adalah kunci memutus rantai kemiskinan dan membangun generasi emas. Pemkab berkomitmen membangun pendidikan merata dan berkelanjutan. Sehingga kita hari ini (kemarin, Red) mendeklarakasikan anak-anak wajib mendapatkan pendidikan. Mulai dari PAUD hingga jenjang pendidikan lebih tinggi,’’ kata Bunda PAUD Kabupaten Mojokerto Shofiya Hanak Albarraa.
Ning Hana, begitu dia karib disapa, menambahkan, manfaat pendidikan PAUD tak hanya dirasakan dalam aspek kesiapan anak masuk jenjang pendidikan dasar, tetapi juga dalam peningkatan kesehatan, termasuk penurunan angka stunting. ’’Dengan kolaborasi kuat, kita harus lebih optimistis, Kabupaten Mojokerto benar-benar punya pendidikan berkualitas baik dan bisa terwujud sebagai daerah ramah anak, cerdas, dan berkarakter,’’ ulasnya.
Ning Hana berharap, melalui kegiatan ini, tentunya bisa menumbuhkan semangat wajib belajar 13 tahun dan memastikan tidak ada satupun anak di bumi Majapahit yang pendidikannya tertinggal. Deklarasi tersebut diwujudkan dengan penandatanganan komitmen pelaksanaan program wajar 13 tahun. (oce/ris)
Editor : Hendra Junaedi