Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Dua Pesantren Mulai Bergerak Bentuk SPPG, Mengkover MBG untuk 3 Ribu Santri

Farisma Romawan • Sabtu, 6 September 2025 | 15:15 WIB

 

 

MEMADAI: Area Pondok Pesantren Nurul Islam (Nuris) Pungging yang luas bakal disasar program MBG.
MEMADAI: Area Pondok Pesantren Nurul Islam (Nuris) Pungging yang luas bakal disasar program MBG.

KABUPATEN – Dua dari lima pondok pesantren (ponpes) di Kabupaten Mojokerto mulai bergerak dalam mendirikan satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Sejak Agsutus lalu, Ponpes Nurul Islam (Nuris) di Desa Jabontegal, Kecamatan Pungging, dan Ponpes Ma’had Ali Sabilul Muttaqin di Desa Bendunganjati, Kecamatan Pacet, telah berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) guna membangun dapur umum. 

Mereka akan menjadi mitra pemerintah dalam menyukseskan program makan bergizi gratis (MBG) untuk kalangan santri. Dalam koordinasinya, mereka tidak sekadar melengkapi persyaratan administrasi. Tapi, juga menyiapkan lahan dan akomodasi yang akan didirikan untuk dapur umum. Termasuk merekrut sejumlah pegawai yang akan membantu menyiapkan paket makanan bernutrisi untuk 3 ribu santri.

 ’’Sementara yang kami ketahui ada dua pesantren yang sudah berkoordinasi langsung dengan BGN. Kami sifatnya hanya memonitor saja,’’ ungkap Kasi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Kemenag Kabupaten Mojokerto Ama Noor Fikry, kemarin (5/9). 

Namun, Fikry mengaku belum mengetahui sejauh mana koordinasi yang berjalan antara pihak pengasuh dengan BGN. Sebab, proses pendirian SPPG sepenuhnya menjadi kewenangan BGN sebagai penyedia program dan ponpes sebagai mitra pemerintah. Kemenag hanya sekadar mengusulkan dan mengantarkan sesuai kriteria, yakni memiliki kurang lebih 3 ribu santri, memiliki lahan luas, dan tenaga pendidik yang mumpuni. 

’’Kami melalui Direktorat Pendidikan Islam hanya mengusulkan, untuk proses pendirian langsung kewenanan BGN,’’ tambahnya. Sebelumnya, lima pesantren diusulkan menjadi mitra pemerintah dalam menyukseskan program MBG untuk santri. Mereka juga telah menyetorkan data santri dan profilnya ke Kemenag pusat. Lima pesantren besar tersebut tersebar di tiga kecamatan. Meliputi, Kecamatan Pungging, Pacet, dan Jatirejo. Jumlah santrinya mencapai lebih dari 3 ribu. Kelimanya juga aktif mendidik santri lewat lembaga pendidikan formal maupun nonformal. (far/ris)

 

Editor : Hendra Junaedi
#pondok pesantren #kabupaten mojokerto #ribuan santri #SPPG #Ponpes Nuris Mojokerto #Makan Bergizi Gratis (MBG)