Menolak Bentuk Provokasi demi Menjaga Ketertiban
MOJOKERTO RAYA – Memasuki masa libur sekolah SMA maupun SMK di Mojokerto menyatakan sikap menolak segala bentuk provokasi dan anarkisme. Sikap tersebut menyusul maraknya aksi anarkisme di beberapa wilayah yang belakangan melibatkan kalangan pelajar.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Jawa Timur Wilayah Kabupaten-Kota Mojokerto Mudianto menuturkan, deklarasi tersebut merupakan satu di antara upaya untuk memperteguh komitmen bersama menjaga ketertiban dan keamanan dari elemen pelajar SMA dan SMK.
Dia mewajibkan agar seluruh satuan pendidikan di bawah naungan cabdindik untuk menggelar deklarasi ini. ’’Sengaja kita gelar serentak hari ini (kemarin, Red) jelang libur. Harapannya, dengan adanya deklarasi ini semakin menguatkan siswa agar tidak ikut dalam aksi provokatif,’’ paparnya.
Mudianto menambahkan, aksi deklarasi ini juga sebagai tameng siswa supaya bisa memanfaatkan hari liburnya dengan kegiatan positif. Sebab, selama libur sekolah yang diawali Jumat (5/9) besok, otomatis pengurangan terhadap siswa akan berkurang. ’’Karena minim pengawasan dari sekolah itu, jelang libur akhirnya kita imbau agar masing-masing satuan pendidikan menggelar deklarasi anti anarkisme ini,’’ tutur dia.
Kendati isu demonstrasi melibatkan pelajar sempat mengkhawatirkan, Mudianto mengklaim kondisi di Mojokerto tetap aman. Sehingga ia menegaskan agar siswa tetap fokus belajar dan tidak mudah terbawa arus negatif, termasuk ajakan provokasi.
’’Alhamdulillah, untuk pelajar SMA/SMK di Mojokerto tetap kondusif. Bahkan, sejak kemarin keliling ke sejumlah sekolah, mayoritas lembaga sudah menyerukan aksi menolak provokasi dan tindakan anarkisme,’’ tandasnya. (oce/ris)
Editor : Hendra Junaedi