Kondisinya Sudah Lapuk, SDN Kupang 2 Dapat Bantuan
KABUPATEN – SDN Kupang 2, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto, salah satu lembaga pendidikan yang tahun ini menjadi sasaran penerima bantuan rehabilitasi senilai Rp 182 juta. Sedianya bantuan tersebut akan digunakan untuk mengerjakan atap sekolah yang kondisinya kini sudah lapuk dan membahayakan siswa.
Kepala Dispendik Kabupaten Mojokerto Ludfi Ariyono mengatakan, perbaikan salah satu ruang kelas di SDN Kupang 2 tahun ini memang menjadi prioritas bantuan fasilitas pendidikan. Ini setelah bangunan yang setiap kali menjadi tempat belajar peserta didik itu kondisinya cukup memprihatinkan. ’’Konstruksi atapnya membayakan bagi penghuni sekolah, jadi perlu dapat perhatian rehabilitasi,’’ ungkapnya, kemarin (7/8).
Pada APBD 2025 ini, pemkab melalui dispendik mengucurkan anggaran bantuan rehabilitasi gedung senilai Rp 182 juta untuk kebutuhan perbaikan. Anggaran tersebut fokus pada pengerjaan atap. Menurut Ludfi, konstruksi atap yang mulanya berbahan kayu belakangan sudah lapuk akibat termakan usia.
Sehingga, lanjut dia, jika dibiarkan berlarut berpotensi berdampak terhadap keamanan dan kenyamanan jalannya program pendidikan bagi siswa dan guru. ’’Agar lebih kuat dan awet, saat ini konstruksinya diganti baja dan galvalum,’’ tegasnya. Anggaran tersebut juga untuk meninggikan konstruksi tembok pada setiap sisi bangunan, pemasangan plafon, dan genting.
Ludfi menegaskan, secara prinsip renovasi yang tengah berlangsung ini bagian dari upaya pemkab dalam memberikan rasa aman dan nyaman bagi peserta didik dan pendidik selama melangsungkan kegiatan pembelajaran di sekolah. ’’Perbaikan faslitas sekolah ini masuk dalam program unggulan Gus Bupati dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan di Kabupaten Mojokerto,’’ urainya.
Pengerjaan rehabilitasi gedung yang dimulai sejak 26 Juni lalu ditargetkan tuntas selama tiga bulan. Bahkan, jika melihat progres perbaikan saat ini, diperkirakan akan tuntas lebih awal. ’’Minggu ini konstruksi atap paling tidak sudah selesai, tinggal masuk konstruksi plafon dan finishing. Targetnya pertengahan September sudah selesai dan bisa dimanfaatkan,’’ pungkas Ludfi. (ori/ris)
Editor : Hendra Junaedi