SEMENTARA itu, pelaksanaan asesmen nasional berbasis komputer (ANBK) jenjang madrasah aliyah (MA) tak menyasar semua siswa. Hanya 10 persen yang mengikuti tes yang berlangsung selama empat hari tersebut.
Kasi Pendidikan Madrasah (Pendma) Kementerian Agama (Kemenag) Kota Mojokerto Pipin Sugiyanto menyebutkan, total ada empat lembaga yang mengikuti ANBK tahun ini. Satu MA Negeri dan tiga lainnya swasta. ’’Alhamdulillah, untuk pelaksanaannya di lembaga masing-masing, tidak ada yang menggabung,’’ katanya.
Berlangsung sejak Senin (4/8) lalu, pelaksanaan ANBK ini dibagi menjadi dua sesi. Adapun, untuk pesertanya hanya diambil 10 persen dari total siswa kelas XI dan ditentukan langsung oleh pusat melalui sistem pengambilan sampel acak. ’’Jadi, maksimal 45 siswa yang ikut, itupun hanya untuk nama mereka yang tercantum sebagai sampling. Kalau di MA Mambaul Ikhsan, hanya diikuti 11 siswa, karena memang jumlah siswa kelas XI total hanya 11,’’ paparnya.
Materi ANBK mencakup tiga komponen utama. Antara lain, survei karakter, materi numerasi dan literasi, serta survei lingkungan belajar. Adapun, pengawas ANBK diterapkan dengan sistem silang. ’’Jadi pengawas madrasah satu dengan satu lainnya bergantian memantau ANBK, tidak di lembaga asli mereka,’’ pungkasnya. (oce/fen)
Editor : Hendra Junaedi